Kecamatan Selaparang Terpilih Mengikuti Lomba KSI dan BKB Tingkat Propinsi

MATARAMnews – Dengan dipilihnya Kecamatan Selaparang, mewakili Kota Mataram mengikuti Lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) dan Pengelola Bina Keluarga Balita (BKB) tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat, maka pada Sabtu (8/10/2011) bertempat di Kantor Camat Selaparang Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana berkenan menerima tim penilai Lomba KSI dan Pengelola BKB Propinsi NTB.

{xtypo_info}FOTO: H. Mohan Roliskana (tengah), hadir untuk menerima Tim penilai Lomba KSI dan BKB Propinsi NTB, di kantor Camat Selaparang{/xtypo_info}

 

 

H. Mohan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa meskipun sambutan yang disuguhkan oleh Kecamatan Selaparang terhadap kedatangan tim penilai tidak disertai bebunyian yang riuh rendah atau mungkin kurang meriah jika dibandingkan dengan kecamatan lain, diharapkan tidak mempengaruhi objektivitas penilaian.

Dalam Laporan yang disampaikan oleh Camat Selaparang Drs. M. Saleh, bahwa kecamatan Selaparang telah melaksanakan beberapa program yang tujuannya adalah memberdayakan wanita atau ibu-ibu di wilayah kami. Kemudian lanjutnya, salah satunya adalah LISAN (lingkungan sampah menuju nihil) yang mempunyai program unggulan sampah untuk kesejahteraan dan sodaqoh sampah.

Dalam penjelasannya, M. Saleh mengungkapkan bahwa dengan mengumpulkan sampah-sampah plastik dari masyarakat, dapat terkumpul dana dari hasil penjualan tersebut dan dimanfaatkan untuk operasional posyandu dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sedangkan untuk program sodaqoh sampah, adalah memberikan sosialisasi kepada warga dengan ekonomi menengah ke atas agar memberikan sampah yang berjenis plastik agar dapat dimanfaatkan dan di jual untuk kepentingan lingkungannya masing-masing.

Acara yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi tempat penilaian oleh tim juri dari propinsi. Ada beberapa tempat yang dijadikan tempat penilaian oleh tim juri, antara lain kelurahan Dasan Cermen, Kelurahan Rembiga, serta di beberapa poskesdes untuk melihat langsung pelayanan operasional terhadap masyarakat.

(Rilis Humas Pemkot Mataram: Pun/Foto Dedy)