GMNU NTB Ajak Semua Elemen Masyarakat di Mataram Rajut Persatuan Pasca Pemilu

MATARAM, MN–Generasi Millenial Nahdlatul Ulama NTB kembali mengajak semua elemen masyarakat khususnya di Kota Mataram untuk kembali merajut dan menjaga persatuan dan kesatuan pasca pelaksanaan pemilu 2019.

Langkah tersebut diambil oleh GMNU karena menilai bahwa pasca pemilihan umum pada 17 April kemaren telah terjadi perbedaan pandangan sangat tajam ditengah masyarakat.

Ketua GMNU NTB, Viken Madrid sangat menyayangkan mengapa persatuan yang di agung-agungkan sirna hanya karena pesta demokrasi sekali dalam lima tahun.

“Hal ini selain karena berita berita hoax serta adanya politisasi isu SARA juga karena ketidakdewasaan berpolitik dan bahkan yang tega memprovokasi hanya karena ingin menang,” Kata Viken pada dialog publik dalam upaya merekatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa pasca pemilu 2019, serta deklarasi bersama untuk berkomitmen menjaga kamtibmas dan kondusifitas daerah, di Kota Mataram, Senin (24/6/2019).

Menurutnya seharusnya persatuan dan kesatuan harus dipererat dan dipertahankan demi untuk NKRI.

Dalam diskusi yang dibuka oleh Asisten I Setda mewakili Walikota Mataram tersebut menghadirkan pembicara, Ketua NU NTB, Ketua DPRD Kota Mataram, Kesbangpoldagri, Polres Mataram dan Kodim 1606 Lombok Barat dengan peserta dari kalangan kaum milenial, OKP, ormas dan toma.

Sementara itu ada lima point yang menjadi isi deklarasi dan pernyataan sikap elemen masyarakat Kota Mataran dalam merekatkan persatuan dan kesatuan pasca pemilu 2019 yaitu:

  1. Menolak segala bentuk gerakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di Kota Mataram pasca pemilu 2019.
  2. Ikut serta menjaga kantibmas di Kota Mataram untuk mewujudkan Kota Mataran aman damai dan adil.
    3.Mendukung dan merawat hasil pesta demokrasi dan percaya pada hasil keputusan MK terkait sengketa pemilu 2019.
  3. Mengajak partai politik peserta pemilu 2019 untuk ikut menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan demi kemaslahatan umat bangsa dan negara.
  4. Bersama elemen mahasiswa OKP dan ormas keagamaan untuk menjaga dan merawat solidaritas antar agama,etnis,ras,untuk bangun Kota Mataram maju,religius dan berbudaya.

Acara tersebut digelar atas kerjasama Jaringan Masyarakat Madani NTB dan GMNU NTB.

(mn07)

Bagikan :