KONI dan Diaspora Olahraga Daerah (1)

Oleh: Sarjono (Mantan Ketua Umum IPMLU Yogyakarta)

DEWASA ini, anatomi olahraga semakin meluas serta memiliki makna universal dan unik. Sebetulnya olahraga berawal dari sekedar kegiatan fisik yang bertujuan menyehatkan badan, mengisi waktu luang, dan media eksistensi diri, akhirnya bergeser menjadi kegiatan yang multi kompleks, telah mempengaruhi dan dipengaruhi oleh fenomena-fenomena lain seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya. Olahraga juga fenomena global sekaligus miniatur kehidupan lantaran mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek-aspek kehidupan lain, seperti aspek ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kesehatan, nilai moral, dan Iain-lain. Dalam kedudukan sebagai miniatur kehidupan, aktivitas olahraga sarat dengan gambaran-gambaran kehidupan yang sebenarnya. Tidak mengherankan jika makin hari menempati tempat penting tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

Olahraga telah menjadi media positif untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan, di antaranya mengembangkan nilai-nilai sosial. Misalnya syarat dengan sejumlah aktivitas yang mencerminkan kehidupan yang sebenarnya, termasuk kehidupan yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial. Olahraga memainkan peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai nilai dalam olahraga terkait dengan tradisi budaya masyarakat yang diwariskan secara turun menurun dalam lintas generasi dan merefleksikan nilai-nilai sosial suatu masyarakat.

Tulisan ini akan membidik peluang dan potensi olahraga prestasi di Lombok Utara, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan potensi atlit maupun pembinaan cabang-cabang olahraga dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat daerah dalam konteks otonomi daerah. Bahwa olahraga prestasi identik dengan prestasi setiap orang yang memiliki bakat, kemampuan, dan potensi untuk mencapai prestasi, dilaksanakan melalui proses pembinaan dan pengembangan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan dengan didukung teknologi keolahragaan.

Diaspora Olahraga Daerah

“Diaspora olahraga daerah”. Itulah kiranya esensi pesan yang bisa ditangkap dari pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Utara periode 2019-2023 beberapa hari lalu.

Betapa tidak, Lombok Utara sebagai daerah otonomi terbungsu di NTB telah mampu mengukir prestasi prestisius dalam cabang olahraga atletik lari. Bahkan telah mengukir sejarah baru atletik lari 100 meter di kancah internasional. Melalui kerja keras Lalu Muhammad Zohri, Indonesia mampu mencengangkan dunia olahraga internasional atas prestasinya menjadi sprinter terbaik Indonesia pada ajang lari 100 meter putra di Tamper Finlandia setahun lalu. Menjadi kebanggaan negeri ini lantaran pada posisi yang sangat tidak menguntungkan Zohri mampu keluar sebagai jawara yang mengalahkan pelari negara lain yang jauh lebih potensial dari segi apapun ketika itu.

Bercermin dari prestasi Lalu Muhamnad Zohri tersebut dan juga atlet lainnya seperti Sudirman Hadi dan lainnya, maka tidak berlebihan jikalau Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengamanatkan kepengurusan KONI Kabupayen Lombok Utara yang baru agar segera mengambil langkah-langkah nyata dan strategis dengan melakukan pembenahan terhadap cabang-cabang olahraga di daerah ini berikut membidik potensi atlet kemudian melaksanakan pembinaan yang relevan kepada para atlet dengan melakukan percepatan pengembangan prestasi olahraga di bawah lembaga keolahragaan yang mewadahi masing-masing cabang olahraga serta KONI sebagai induk dari semua kelembagaan olahraga. Di pundak pengurus KONI lah prestasi olahraga daerah ini disematkan, apakah mampu mengukir sejarah baru atau tidak, tentu dibuktikan melalui prestasi-prestasi yang bisa ditukil oleh atlet-atlet binaan dari cabang olahraga yang dibawahi KONI.

Terlebih lagi jika mengacu pada potensi atlet Lombok Utara yang sudah banyak dari kalangan pelajar maupun kalangan umum, dimana sebagiannya telah terbukti mampu mengukir prestasi. Bahkan telah menukil sejarah baru bagi dunia olahraga NTB pada khususnya dan tanah air pada umumnya lantaran prestasi gemilang atlet daerah berusia sebelas tahun ini di kancah nasional bahkan internasional.

Kehadiran pengurus baru KONI Lombok Utara, di satu sisi, menjadi harapan baru “fajar kebangkitan” olahraga di Lombok Utara, dan di sisi lain, menjadi tantangan tersendiri. Adanya kepengurusan baru dengan komposisi tidak gemuk tetapi ramping dan berkualitas bagus bagi dinamika organisasi KONI ke depan. Sebagaimana diketahui, pengurus KONI KLU yang baru diisi oleh kalangan dari beragam profesi mulai dari unsur legislatif, eksekutif, swasta maupun dari kalangan klub komunitas dan pengurus beberapa cabang olahraga. | bersambung