Dampak Kekeringan di NTB Meluas, Pemda Diminta Fokus

Saparwadi, Tokoh Pemuda Lombok Timur Selatan

Lombok, MN – Dampak kekeringan semakin meluas. Jumlah warga terdampak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah diminta fokus membahas situasi terkini terkait kekeringan di NTB.

“BPBD dan instansi terkait harus fokus membahas situasi terkini terkait kekeringan di NTB,” kata Tokoh Pemuda Lombok Timur Selatan, Saparwadi di Mataram, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, BPBD dan instasi terkait segera menggelar rapat koordinasi khusus soal kekeringan, fokus membahas situasi terkini terkait kekeringan di NTB. Sekaligus sebagai tahap evaluasi untuk mengetahui lebih detail kondisi masing-masing daerah terkait kekeringan.

Dari pertemuan itu pula lanjut dia, nanti akan diketahui apakah kabupaten/kota perlu membuat status tanggap darurat atau tidak. Untuk mempermudah pendistribusian air bersih.

”Bantuan jangka pendek yang bisa dilakukan hanya droping air bersih ke rumah warga,” katanya.

Saparwadi menyebutkan sebelumnya jumlah warga NTB terdampak kekeringan di angka 500 ribu orang, sekarang sudah mencapai 674 ribu orang. Bahkan angka itu diperkirakan masih bisa bertambah, sebab musim kemarau masih akan melanda.

Data yang di-update 4 Juli, kata dia, menunjukkan penduduk terdampak kekeringan mencapai 674.017 jiwa dengan 185.708 kepala keluarga (KK). Itu tersebar di sembilan kabupaten/kota, 69 kecamatan dan 302 desa di seluruh NTB.

Angka itu, menurutnya, sudah bertambah dari sebelumnya hanya 549 ribu jiwa di 298 desa. Karena musim kemarau masih akan terjadi, kemungkinan daerah terdampak bisa bertambah.

“Apalagi hari tanpa hujan di NTB masih panjang. Beberapa wilayah di Pulau Sumbawa dan Lombok bagian selatan bisa saja bertambah. Salah satunya desa terdampak adalah desa saya desa surabaya kecamatan sakra timur,” ungkap ” ujar Saparwadi.

Dikatakan langkah-langkah mengantisipasi dampak kekeringan sudah dilakukan dengan dana DAK senilai proyek Rp500 juta lebih, yaitu sumur bor penyediaan sarana air bersih.

“Alhamdulillah walau hanya dimanfaatkan oleh 74 KK. Terima kasih kepada pemerintah daerah Lombok Timur yang telah melaksanakan program tersebut,” ucapnya. (mn-05)

Bagikan :

Komentar