BCA Gelar Operasi Katarak di NTB

Lombok Tengah, MN – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perdami (SPBK) dalam rangka membantu masyarakat mencegah gangguan penglihatan dengan mengadakan bakti sosial operasi katarak di RSI Yatofa Lombok Tengah, NTB.

Kegiatan sosial operasi katarak tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak 2001 pada hampir seluruh wilayah di Tanah Air.

Kegiatan yang dibuka oleh Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati dan dihadiri oleh Kepala KCU BCA Cakranegara Robertus Gozali, Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Perdami Dr. Astrianda N Suryono, SpM (K), Ketua SPBK Perdami Pusat Dr. Umar Mardianto, SpM (K) dan Direktur RS. Islam Yatofa Dr. Haeril Arsyam.Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah H Omdah,Ketua Perdami Cabang NTB Dr Farida Santyowibowo

Menurut Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati bahwa kegiatan bhakti sosial berupa operasi katarak di NTB ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut,

“kegiatan yang kami laksanakan atas kerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perdami (SPBK) bertempat di RSI Yatofa digelar mulai Sabtu dan Minggu, 14-15 September 2019 besok,”ucapnya ketika membuka acara, Sabtu (14/9/2019).

Inge mengatakan,bahwa pihaknya berkomitmen hadir di sisi masyarakat dalam segala aspek, salah satunya di bidang kesehatan.,dimana sejak tahun BCA 2001, BCA ingin memastikan jumlah kebutaan akibat penyakit katarak di Indonesia terus berkurang dari waktu ke waktu.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa mata adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang sangat krusial, maka BCA secara konsisten melakukan operasi katarak bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di kawasan tak tersentuh layanan kesehatan dengan optimal,”terangnya dalan rilis yang diterima media ini.

Diketahui, jumlah penderita katarak di Indonesia sekitar 2,4 juta orang dan terus bertambah satu persen setiap tahunnya. Penderita katarak rata-rata masih di usia produktif. Sementara itu, katarak juga menjadi salah satu penyebab utama kebutaan. Kebutaan yang disebabkan oleh katarak mencapai sekitar 60%.

Inge menambahkan, mengurangi jumlah pasien buta akibat katarak merupakan pekerjaan rumah seluruh pihak, tak terkecuali BCA, oleh sebab itu, BCA bekerja sama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami) dan sejak 2017 dengan Kick Andy Foundation untuk mengadakan operasi katarak secara berkelanjutan. Kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dilakukan secara gratis.

Adapun target dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak di NTB ini,di perkirakan bisa dilakukan tindakan sekitar 100 operasi gratis kepada masyarakat.

“Harapan kami t BCA dapat terus menjangkau wilayah-wilayah yang masyarakat nya membutuhkan pertolongan dalam rangka mengurangi jumlah kebutaan akibat katarak,”pungkas Inge. (mn-07)