Cegah Barang Ilegal, Security Bandara LIA Dibekali Pengenalan Senpi dan Handak

Lombok Tengah, MN – Airport Security Bandara Internasional Lombok (LIA) mengadakan workshop pengenalan senjata api (senpi) dan bahan peledak (handak) yang berkerja sama dengan Brimob Polda NTB.

Workshop pengenalan senpi dan bahan peledak ini merupakan tindakan untuk mengantisipasi pencegahan masuknya barang ilegal, guna meningkatkan keamanan khususnya di wilayah bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero).

“Workshop ini bertujuan guna menambah wawasan dan pengetahuan personil keamanan bandar udara dalam melaksanakan tugas,” kata GM Bandara LIA, Nugroho Jati, di Lombok Tengah, Senin (16/9/2019).

Kegiatan tersebut juga, menurutnya, menjadi sarana sosialisas pengetahuan dan pemahaman bentuk suatu alat atau bahan peledak dan senjata api, agar setiap personil memahami apabila ada sesuai barang yang diselundupkan melewati bandara,biasa diamankan.

“Selain workshop ini, sebelumnya juga kita sudah mengadakan workshop pengenalan produk perikanan dan kelautan kategori contraband yang berkerja sama dengan BKIPM Mataram,” ujar Nugroho.

Kepala Sat Brimob Polda NTB menjelaskan bahwa dasar hukum yang digunakan dalam pemberantasan kejahatan dan terorisme, yaitu Undang Undang No 12 tahun 1951 tentang bahan peledak, senjata api dan senjata tajam. KEP MENHANKAM No KEP/010/M/VII/2000 tanggal 07 juli 2000 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengendalian Badan Usaha Bahan Peledak Komersial, dan PERKAP No 17 tahun 2017 tentang Pengamanan, pengawasan dan pengendalian handak Komersial.

Pengertian dari bahan peledak (handak) adalah bahan atau zat yang berbentuk padat, cair, gas, atau campuran yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagaian besar atau keseluruhannya berbentuk gas, dan perubhan tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, disertai efek dan tekanan yang sangat tinggi sesuai dengan peraturan (KEPRES RI NO. 125 Tahun 1999).

Jenis bahan peledak ini, kata dia, dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama, bahan peledak komersial mempunyai spesifikasi yaitu peka terhadap suatu reaksi, mempunyai VOD tertentu, anti air terbatas, dapat disimpan dengan stabil, tidak tahan lama, contohnya Dinamit, Anfo, Kinepak, Helix, Binary explosive, det cord dll.

“Kegunaan bahan peledak komersial tersebut untuk pekerjaan pertambangan dan pekerjaan umum tetapi kegunaan tersebut sesuai dengan atauran yang berlaku,” jelasnya.

Yang kedua, kata dia, adalah bahan peledak militer yang mempunyai spesifikasi memliki daya hancur yang dahsyat, tindak peka terhadap pukulan, tidak mudah terbakar, dapat disimpan dengan stabil, tidak menyerap air, tidak reaktif terhadap logam dan anti air, kegunaan bahan peledak militer adalah untuk latihan dan operasi militer sesuai aturan HanKamNeg.

Selanjutanya anggota Brimob memperkenalkan senjata yang digunakan dalam memberantas tindak kejahatan kepada anggota airport security dan mengilustrasikan bagaimana senjata itu dibongkar pasang. Senjata yang ditampilkan antara lain AK-47, SMG, Pistol, M16, Steyr AUG, dan senjata laras panjing (Snaiper). (mn-08)