Pariwisata Jadi Program Unggulan NTB Gemilang Pemerintahan Zul-Rohmi

NTB GEMILANG: Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi)

Mataram, MN – Satu tahun sudah perjalanan roda pemerintahan duet Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) membangun NTB GEMILANG. Kemajuan dunia pariwisata menjadi salah satu program unggulan yang dimiliki pemerintahan Zul-Rohmi

Pemerintahan Zul-Rohmi terus memperlihatkan keseriusan dalam mengelola program kepariwisataan yang sedang dan akan dijalankan.

Program-program kepariwisataan itu diantaranya, Mandalika yang kini digencarkan pembangunan infrastrukturnya, seperti pembangunan jalan Bypass BIL – KEK Mandalika sepanjang 17,8 kilometer, peningkatan dan pengembangan jaringan jalan nasional yang menghubungkan BIL – Kuta sepanjang 15,5 kilometer, peningkata dan pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan pelabuhan Gili Mas – KEK Mandalika, peningkatan dan pengembangan jaringan jalan provinsi yang menghubungkan Bilelando – Awang – Kuta – Selong Belanak – Montong Ajan sepanjang 55 kilometer, dan Montong Ajan – Penunjak sepanjang 31 kilometer.

Untuk menunjang penerbangan agar pesawat besar dari luar dapat mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) atau LIA, dilakukan perpanjangan runway Bandara Internasional Lombok (LIA) menjadi 3300 meter. Kemudian pembangunan SPAM regional pulau Lombok, penataan lingkungan sekitar kawasan, dan pembangunan rumah sakit internasional.

Untuk memenuhi energi, pemerintahan Zul-Rohmi melakukan peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Kuta (30 MW), Peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Sengkol (20 MW), Peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Sengkol (20 MW).

Sedangkan untuk pemenuhan sistem telekomunikasi, dibuktikan dengan pembangunan jaringan serat optik/ STO dan SST (4662 SST), pengembangan jaringan nirkabel melalui pengembangan menara telekomunikasi.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia, pemerintahan Zul-Rohmi melakukan pembangunan Politeknik Pariwisata dan Penguatan BLK dan SMK.

Selain pada pengembangan Mandalika, pemerintah juga tetap memperhatikan destinasi pariwisata lainnya dengan terus melakukan pembangunan di tempat tersebut, antara lain, pengembangan pulau-pulau kecil seperti, Kawasan 3 Gili: Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air. Kawasan Gili Sulat: Gili Sulat, Gili Petagan, Gili Lawang, Gili Kondo, Gili Lebur, Gili Bidara. Kawasan Teluk Ekas: Gili Sunut, Gili Petelu, Gili Maringkik, Gili Ree, Gili Bembek, Gili Belek. Kawasan Lembar: Kawasan GITA NADA (Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak), Gili Kedis, Gili Asahan, Gili Rengit, Gili Lontar.

Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari Kawasan Alas Utan Pototano: Gili Balu (Kenawa, Paserang, Namo, Belang, Mandiki, Kambing, Kalong, Ular) Pulau Panjang, Kaung, Bedil, Keramat, Temudung Teluk SAMOTA (48 Pulau). Kawasan Waworada Sape: Gili Banta, Pulau Kelapa, Pulau Sangiang.

Sektor pariwisata memiliki peran strategis dapat mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif.

Dalam hal strategi, Pemerintah NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi membuat aspek pembangunan kepariwisataan daerah yaitu destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata, dan organisasi kepariwisataan. (hs-tb/mn-07)