Danrem Bersama Massa Aksi Unjuk Rasa Sholat Berjamaah Depan Kantor DPRD NTB

Mataram, MN – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai elemen di Kantor DPRD NTB hari ini, Kamis (25/9/2019) berakhir anarkis.

Aksi yang awalnya berjalan damai namun tiba-tiba menjadi ricuh ketika para mahasiswa berusaha masuk kedalam kantor dewan, aksi saling dorong tidak dapat dihindari hingga pintu gerbang Kantor DPRD yang sudah dijaga ketat oleh aparat kepolisian rusak.

Setelah itu, terjadi aksi lempar-lemparan kearah pihak keamanan yang menjaga jalannya aksi unjukrasa sehingga petugas menembak gas air mata.

Aksi unras dilakukan tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dinilai akan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penolakan terhadap RUU KUHP yang akan disahkan DPR.

Melihat kondisi tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani berkoordinasi dengan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana yang berada dilokasi maupun dengan pimpinan DPRD NTB dan mengerahkan dua SSK anggota Yonif 742/SWY dan jajaran Kodim Lombok Barat serta Tim Intel Korem serta Kodim Lobar.

Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB langsung melakukan pendekatan dan negoisasi dengan perwakilan Mahasiswa kemudian sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Islamic Center dan di lanjutkan dengan pemberian Himbauan / Kultum kepada para Mahasiswa agar menjaga nama baik mahasiswa sebagai panutan dan contoh bagi masyrakat Indonesia, tidak berbuat anarkis dalam aksi demonya dan menodai cita cita luhur demokrasi serta para mahasiswa adalah calon generasi penerus bangsa Indonesia yang di banggakan dan pemimpin masa depan.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi akhirnya tidak ada lagi anarkis,” ungkap Danrem.

“Mari bijak dalam menyampaikan aspirasi dengan tetap mengedepankan aturan hukum dan norma agama yang ada mengingat NTB dikenal sebagai pulau seribu Masjid,” ajaknya.

Tidak hanya sholat Dzuhur saja, Danrem juga menunaikan sholat Ashar berjamaah dengan massa di sepanjang jalan Udayana depan Kantor BPRD NTB yang di pimpin /imami langsung oleh Danrem 162/WB.

Usai melaksanakan sholat Ashar berjamaah, Danrem 162/WB bersama dengan pimpinan dan anggota DPRD NTB serta pihak kepolisian terus melakukan pendekatan persuasif agar tidak terjadinya aksi anarkis. (mn-07)