Mataram, MN – Aksi sejumlah mahasiswa di depan Kantor DPRD NTB, pada Senin malam (30/9/2019), terpaksa di bubarkan secara paksa oleh aparat keamanan. Pasalnya mereka saat melakukan aksi sudah melewati waktu yang telah diatur dalam Undang Undang ketika menyampaikan aspirasi didepan umum.

Alhasilnya yang bertahan hingga pukul 19.30 wita sekitar 250 orang akhirnya dibubarkan paksa dengan cara di semprot water canon dan disapu pasukan Dalmas serta Brimob karena massa terlebih dahulu memberikan perlawanan dengan cara melempar botol dan batu ke arah aparat.

Dari pembubaran paksa yang melewati batas waktu unjukrasa tersebut mengakibatkan lima orang anggota luka luka dan juga kalangan massa.

Tidak itu saja karena diduga melakukan pelemparan kepada aparat tidak kurang dari 26 orang diamankan untuk diminta keterangan.

Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pihaknya sudah menghadapi massa aksi yang berunjukrasa sejak pukul 11.00 hingga pukul 18.00 wita tersebut dengan cara yang humanis dan simpatik.

“Kita persilahkan, kita himbau mereka untuk bubar untuk melaksanakan sholat, ya sebagian memang bubar, ya tapi ada sekitar 250 orang itu mereka tetap bertahan, kemudian kita himbau untuk kembali bubar tetapi mereka tetap bertahan tidak mengindahkan,” ucapnya di kamtor DPRD NTB didampingi oleh Danrem 162/WB, Ka Binda, Ketua DPRD NTB dan Wakapolda.

Menurutnya karena aturan bahwa ini sudah melebihi batas waktu dan petugas kemudian mendorong dengan humanis supaya massa bubar namun melempari hingga anggota ada yang terluka.

“Akibat terkena lemparan ada lima aggota polisi dan satu anggota TNI yang terluka,” terangnya.

Karena itu, tambah jendral bintang dua tersebut, karena diduga melakuka pelemparan diamankan sekitar 26 orang.

“Ada 26 orang diamankan, 24 orang mahasiswa dan dua orang bukan mahasiswa,” ujarnya.

Lalu kemudian ke 26 orang tersebut akan diminta keterangan di Polda NTB untuk memastikan apakah mereka hanya yang melawan dengan melempar atau atau sebagai provokator. (mn-07)