Aksi mahasiswa depan Kantor PU NTB

Mataram, MATARAMnews – Aksi unjuk rasa kembali di suarakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Mataram. Kali ini aksi mereka di tujukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB. Dalam aksinya, para mahasiswa menuding Dinas PU Provinsi NTB telah melakukan penyimpangan dan memanipulasi data proyek pembangunan jembatan Liang Buk di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa yang dibangun pada tahun 2010 dengan menggunakan APBD I sebesar RP1,3 milyar.

Sebab, belum genap dua tahun jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan pada buk  dan keretakan pada dinding jembatan di sebelah kiri menuju arah barat. Parahnya, kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi Agustus 2011 lalu.

“Ini jelas menandakan dalam pembangunan jembatan tersebut telah terjadi indikasi perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di dinas PU dan rekanan dinas PU sendiri,” kata Irfan koordinator umum massa aksi, Selasa (8/5/2012).

Ia membeberkan, bahwa adanya indikasi penyimpangan dalam proyek pembangunan jembatan tersebut sudah terlihat dari dimulainya batas waktu penyelesaian jembatan yang tidak sesuai kontrak, karena sesuai aturan bahwa pencarian anggaran harus menyisakan 10 persen dari total anggaran untuk biaya pemeliharaan. Namun, dalam prakteknya semua anggaran dicairkan sekaligus sehingga jelas ada indikasi kong kalikong antara rekanan dengan oknum dinas PU dalam proyek tersebut.

Untuk itu, dalam orasinya massa aksi menuntut dinas PU NTB untuk lebih transparan terkait proses pembangunan jembatan Liang Buk di jalan Lingkar Selatan Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Kemudian, pihak berwajib dalam hal ini kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap indikasi penyimpangan pembangunan jembatan tersebut. Dan meminta Gubernur NTB untuk menindak bawahannya yang terindikasi melakukan tindakan-tindakan melanggar hokum terkait pembangunan jembatan Liang Buk.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa di depan pintu masuk utama Dinas PU Provinsi NTB itu, sempat ditemui Kabid Bina Marga, Ir Syahdan dan Sekretaris Dinas PU Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiartha. Dalam dialognya, Ir. Syahdan berjanji akan menindak lanjuti apa tuntutan para mahasiswa dengan segera memerintahkan pelaksana proyek selaku pemenang tender pembangunan jembatan Liang Buk untuk segera memperbaiki kerusakan buk jembatan.

“Apa yang menjadi keluhan para adik mahasiswa akan kita tindak lanjuti. Bahkan, kami sudah perintahkan kepada kontraktor untuk hari ini juga melakukan perbaikan dan dalam waktu satu sampai dua hari ini sudah selesai,”tegas Syahdan dihadapan para mahasiswa.

Terkait tudingan mahasiswa bahwa pihaknya tidak transparan dalam proses tender pembangunan jembatan Liang Buk di jalan Lingkar Selatan Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Syahdan langsung membantahnya. Ia menyebutkan, dalam proses tender sebelum pengerjaan pembangunan fisik jembatan pihaknya telah melakukan tiga tahapan, yakni melalui pra kontra pengadaan proyek pembangunan jembatan.

“Tidak benar itu, karena siapa pun boleh ikut tidak ada yang kami sembunyikan,”terang Syahdan.

Selanjutnya, selain melakukan pra kontra ungkap Syahdan, pihaknya dalam hal ini kontraktor telah melakukan fase pelaksanaan pembangunan jembatan. Kemudian, proses ketiga adalah pemeliharaan jembatan.

“Dari ketiga tahapan itu sudah dilakukan semua oleh dinas PU, namun kalaupun terjadi kerusakan pada buk jembatan mungkin karena ditabrak atau apa dan itu sedang kita selidiki. Jadi tidak benar kalau kami tidak transparan,”ujar Syahdan.

Namun, tak puas dengan jawaban yang dipaparkan kedua pejabat teras di Dinas PU NTB itu, dialog yang sedianya sempat berlangsung tertib berubah menjadi perdebatan karena massa aksi memaksa meminta data terkait proses pembangunan jembatan Liang Buk di jalan Lingkar Selatan Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa itu agar diberikan hari itu juga. Akan tetapi permintaan tersebut di tolak dengan alasan untuk mencari data tersebut butuh waktu tiga hari karena pekerjaan lain masih banyak menumpuk ujar Sekretaris Dinas PU Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiartha.

Akibat ditanggapi, para mahasiswa kemudian melakukan aksi pendudukan ruang tunggu utama menuju pintu masuk Kantor Dinas PU Provinsi NTB selama beberapa jam. Aksi sendiri tidak berlangsung lama karena mahasiswapun kembali dan mengancam akan kembali bila tuntutan data tidak dipenuhi mereka berjanji akan kembali bertunjuk rasa Kamis besok ini.

“Kita sudah perintahkan kontraktor untuk perbaiki meskipun ini sudah 2 tahun lalu, namun karena itikad baik kita perbaiki. Tetapi setelah kita proaktif ternyata mereka mulai bergeser dengan permintaan data tetapi mereka minta hari ini juga itu tidak mungkin karena pekerjaan kita banyak penyimpanan arsip banyak karena kita komit. Kita sudah minta waktu 3 hari tetapi mereka tidak mau. Data ini tahun 2010 yang sudah di permasalahkan lagi adalah bukan jembatan tetapi data,”ketusnya saat ditemui wartawan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !