44 Unit Lapak PKL Jalan Peresean Diresmikan

MATARAMnews – Sebanyak 44 unit lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Peresean Kota Mataram diresmikan.  Peresmian penataan lokasi PKL di Jalan Presean ditandai dengan pemukulan beduk bersama Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementereian Koperasi UKM  Drs. Neddy Rafinaldy Halim MS, Direktur Dagang Kecil dan Menengah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Drs. Suhanto, MM, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan Kementerian Dalam Negeri Drs. Musyrif Suawardi HN, MM, Asisten II Setda Provinsi NTB HM Nur Asikin dan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dilanjutkan dengan penandatangan prasasti dam pemotongan pita serta peninjauan lokasi penataan, Selasa (11/10/2011).

{xtypo_info}FOTO: Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, bersama Drs. Neddy Rafinaldy Halim MS,  Drs. Suhanto, MM,  Drs. Musyrif Suawardi HN, MM, dan HM Nur Asikin saat meninjau Lapak{/xtypo_info}

Pada Sambutannya Walikota Mataram menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta PT. Sinar Sosro yang telah memberikan perhatiannya kepada PKL Kota Mataram, dengan memilih PKL Kota Mataram menjadi pilot project penataan PKL dikawasan perkotaan.  Penataan ini akan menjadi contoh untuk penataan-penatan PKL pada titik-titik lainnya. “Di Kota Mataram terdapat sekitar 32 titik PKL, sehingga terdapat 31 titik  lagi yang belum tertata secara maksimal. Untuk itu kami berharap tiga kementerian dapat melanjutkan  program tersebut,” katanya sambil berkelakar. Oleh karena itu, Walikota minta kepada 44 PKL yang sudah mendapatkan lapak baru dapat dipelihara dan dijaga kebersihannya.

Walikota mengakui, bahwa image PKL yang buruk, kumuh serta banyak masalah akan mampu dihilangkah jika kita bersama-sama mau membangun dan menata PKL, bahkan menjadi wirausaha hingga menjadi pengusaha yang memiliki omzet tinggi. “Pemkot Mataram telah berkomitmen tidak akan menggusur PKL, melainkan melakukan penataan dengan  memberikan solusi  lahan terlebih dahulu. Kendati Bandara Selaparang sudah pindah namun Kota Mataram tetap menarik menjadi tempat berinvestasi,” katanya.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan Kementerian Dalam Negeri Drs. Musyrif Suawardi HN, MM mengingatkan program pemberian lapak PKL tersebut hedaknya perlu diikuti dengan program-program yang dapat menumbuh kembangkan kreatifitas PKL, agar PKL tidak lagi menjadi pedagang kali lima melainkan pedagang kreatif lapangan. Deputi Bidang pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi UKM  Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MM menyarankan, jika memungkinkan Pemkot Mataram ke depan sudah harus menetapkan satu kawasan khusus untuk PKL. Mengingat peran PKL dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat cukup tinggi. “PKL merupakan halam rumah terdepan yang mampu mengatasi masalah sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara Direktur Dagang Kecil dan Menengah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Drs. Suhanto, MM berharap PKL-PKL yang sudah dibina ini, maksimal 10 tahun ke depan sudah menjadi wira usaha mandiri, dan berupaya menciptakan kreatifitas usaha untuk mendapatkan omzet sebesar-besarnya sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya.

Sedangkan Kasubdit Perencanaan dan pengendalian Perkotaan Kemendagri Ir. Taty Siregar M.Si melaporkan bahwa penataan lokasi PKL Jalan Peresean bertujuan sebagai wujud sinergitas tiga menteri bersama pemerintah daerah  sebagai penguatan ekonomi sektor mikro, sekaligus mendorong tiga menteri  untuk terus melakukan program-program serupa.

Kegiatan peresmian 44 unit lapak PKL yang dihadiri 30 orang dari rombongan tiga kementerian juga  dihadiri oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram H. Muhamad Zaini, semua Kepala SKPD serta camat lurah se-Kota Mataram tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk Koperasi Wanita Anjani Kota Mataram dari Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi UKM  Drs. Neddy Rafinaldy Halim, penyerahan secara simbolis bantuan gerobak usaha kepada wirausaha baru dari Pemerintah Provinasi NTB sebanyak 50 unit.

(Rilis Humas Pemkot Mataram: Nir/Foto Dedy)