Massa Menemeng aksi memaksa Kades Saefudin dikeluarkan

Loteng, MATARAMnews — Ratusan masyarakat Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata protes terhadap penahanan Kepala Desa (Kades) Menemeng, M Saefudin.   Ratusan massa yang memaksa Kades dibebaskan berusaha mendobrak gerbang Mapolres Loteng yang dijaga ketat aparat.

Untuk menghentikan aksi massa, akhirnya, polisi mengamankan empat orang warga Menemeng  yang dianggap memprovokasi aksi.

Untuk meredam aksi, akhirnya masa di terima untuk berdialog di ruang Bagian OPS Polres Loteng. Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat meminta Saefudin segera dikeluarkan. Masa diterima oleh Kabag OPS Polres Loteng, Kompol I Komang Sastra . Dialog pun berlangsung alot. Perwakilan massa bersikukuh agar Saefudin dikeluarkan. Sedangkan polisi tidak bisa langsung mengeluarkan Saefudin karena ada aturan yang harus ditempuh, yaitu penangguhan penahanan yang harus melalui mekanisme.

Polisi tidak bisa serta merta merubah status penahanan seseorang, untuk mengubah status penahanan seseorang, tepatnya dari tahanan dalam menjadi tahanan luar yang wajib lapor. ‘’Hari ini kami terima surat permohonan penangguhan yang disampaikan masyarakat. Nanti akan kami sampaikan ke pak Kapolres,” jelas Kabag OPS.

Sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, pihak kepolisian sedianya akan menangguhkan penahanan Kades Menemeng.  Belakangan diketahui rencana penangguhan urung dilakukan karena massa pendukung Kades berbuat anarkis di Polres Loteng. Gerbang Mapolres Loteng nyaris rusak karena massa yang memaksa masuk.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !