Kades Labuapi, Fathurrahman S.S.

Mataram, MATARAMnews -Seorang oknum anggota kepolisian dari Polres Lombok Barat (Lobar) nyaris dihakimi warga karena mabuk dan membuat ulah yang memancing emosi masyarakat saat sedang beristirahat di Dusun Labuapi Utara, Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi.

Menurut keterangan masyarakat disekitar lokasi kejadian, malam itu sekitar pukul 21.00 Wita, seorang oknum polisi diketahui bernama Briptu Hendrik pulang dalam keadaan mabuk kerumah kost dan tersinggung karena mendengar cerita yang tidak nyaman tentang  mantan istrinya.

Tidak Terima dengan cerita tersebut, oknum aparat itu akhirnya menyeret keluar seorang perempuan bernama Masamah putri ibu kostnya dan memaksa ditunjukkaan siapa dalang issu itu. Sembari menyeret Masamah, pelaku menggedor rumah Amaq Sirah  yang ditunjukkan oleh Masamah dan berteriak menantang.

Tidak hanya itu, oknum polisi ini juga, bersuara lantang seolah menantang banyak orang. Mendengar itu, satu persatu warga berdatangan bahkan ada yang memukul tong-tong sehingga oknum aparat tersebut menjadi kwalahan. Beruntung  datang anggota Trantib Desa yang kemudian mengamankan oknum polisi itu ke kostnya dan menghalau warga yang hendak menghajarnya.

Dalam Keterangannya, kepada media ini, anggota Trantib yang mengamankan oknum tersebut mengaku kualahan, sebab warga yang datang semakin banyak dan tampak semakin beringas ingin menghajar oknum polisi tersebut.

Anggota kepolisian dari Sektor Labuapi yang membantu mengamankan juga kualahan, bahkan salah satu aparat terkena lemparan bhingga mengalami luka dibagian mulut.

Dua truk Dalmas dari Polres Lobar juga diturunkan untuk mengamankan lokasi, warga yang datang pun semakin banyak jumlahnya dan terlihat semakin beringas sehingga aparat pun mengalami kesulitan untuk mengamankan lokasi kejadian sehingga evakuasi berlangsung tengah malam sekitar pukul 02.00 Wita.

Fathurrahman S.S, Kepala Desa Labuapi  juga memperkuaat pernyataan warganya bahwa oknum ini memang dikenal sering membuat ulah setiap kali pulang dalam keadaan mabuk, kemudian mengacungkan senjata  mengendarai motor seenaknya  denga suara knalpot yang dibedah (raching-red), dan berteriak menantang warga. Semestinya sebagai aparat kepolisian tidak patut berbuaat seperti itu apa lagi dikampung ini dia pendatang dan kost lagi.
Terkait dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat polisi tersebut, Kades Labuapi didesak warganya untuk menindaklanjuti dengan menemuh jalur hukum.

“Saya didesak oleh masyarakat agar melanjutkan persoalan ini dan menempuh jalur hukum sehingga oknum tersebut menjadi jera sebab telah melukai hati masyarakat kita disini, “kata Fathurrahman.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !