Tim Penasihat Hukum Terdakwa Gabriel Gahing Tokan, SH.MH

Mataram, MN – Dugaan penganiayaan dengan terdakwa Gabriel Gahing Tokan, SH.MH sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Mataran. Sikap tim kuasa hukum terdakwa dalam sidang tidak mengajukan eksepsi agar persidangan bisa dipercepat, namun akan melayangkan surat penangguhan penahanan.

Sidang perdana yang dipimpim oleh Majelis Hakim, Yuli Atmaningsih SH dan I Wayan Sugiartawan SH serta Dwianto Jati Sumirat SH, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hj Baiq Sri Saptianingsih SH.

Dalam surat dakwaan JPU menyatakan bahwa terdakwa pada Selasa tanggal 19 November 2019 sekitar pukul 15.00 wita atau pada waktu-waktu lain dalam bulan November 2019, bertempat di sebuah rumah di Jalan Oliander No 02 Komplek Perumahan Green Vallley Dusun Batu Bolong Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat, dengan sengaja merusak kesehatan orang lain dan mengakibatkan luka yang dialami korban Andry dan telah dilakukan visum sebagaimana tertuang dalan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram Nomor : Sket/Ver/293/XI/2019/Rumkit.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

Sementara itu baik Terdakwa maupun Penasehat Hukum Terdakwa yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu menyatakan tidak melakukan eksepsi dan meminta langsung kepada pemeriksaan saksi-saksi.

Menurut salah satu Penasehat Hukum Terdakwa, M Ihwan SH mengatakan bahwa pihaknya dalam sidang pembacaan surat dakwaan dari JPU pihaknya tidak mengajukan eksepsi.

“Tim penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi, kita langsung saja ke materi pokok acara pemeriksaan saksi,” kata Ihwan didampingi sejumlah anggota tim, Lalu Muh Salahuddin dan Lalu Azhabuddin Tarmizi SH, ketika ditemui setelah persidangan di PN Mataram, Senin (10/02/2020) siang.

Menurutnya bahwa dengan tidak mengajukan eksepsi agar persidangan bisa dipercepat sehingga sidang ditunda minggu depan untuk menghadirkan saksi dari pihak penuntut umum.

“Mohon penuntut umum supaya menghadirkan semua saksi yang telah di BAP di hadapan penyidik. Ya, jadi kami berharap saksi-saksi itu bener-bener ada dan hadir datang untuk memberikan keterangan yang sudah diberikan,” ungkapnya.

Selain itu, tim penasehat hukum nantinya juga akan menghadirkan saksi-saksi didepan persidangan.

Tidak hanya itu ditambahkan oleh anggota tim lainnya, Lalu Azhabuddin Tarmizi, pihaknya juga akan mengambil langkah dengan melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim.

“Besok kita akan layangkan surat permohonan penangguhan kepada majelis hakim dan mudahan jawabannya nanti pada sidang minggu depan,” terangnya.

(mn-07)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini