Sumber: https://corona.ntbprov.go.id

Mataram, MN – Anggota DPRD NTB Komisi V Bidang Kesehatan Akhdiyansyah mengatakan bertambahnya jumlah warga positif COVID-19 menjadi dua orang pada Rabu 25 Maret 2020 tak semestinya membuat masyarakat panik dan meminta pemerintah daerah segera menerapkan kebijakan Lockdown.

Dikatakan Akhdiansyah, Lockdown bukanlah kebijakan yang tepat saat ini karena masih ada pilihan-pilihan yang lebih ringan seperti Social Distancing, larangan menghadiri kerumunan serta menerapkan pola hidup sehat.

“Kebijakan Pemerintah seperti social Distancing, menghindari kerumunan serta pola hidup sehat saya rasa masih efektif, hanya saja pemerintah masih perlu sosialisasi dan edukasi lebih massif ke tengah masyarakat agar masyarakat sadar untuk mengurangi kegiatannya diluar,” ungkapnya.

Disamping itu kata pria yang akrab disapa Guru To’i ini, di beberapa negara Lockdown terbukti bukan solusi apabila masyarakatnya belum sadar betul pentingnya Social Distancing.

“Contohlah Italia, mereka Lockdown, tapi masyarakatnya tetap beraktifitas seperti biasa karena tidak faham pentingnya Social Distancing, akibatnya justru lebih parah,” cetusnya.

Karena itu menurutnya, edukasi masyarakat ini harus di massifkan, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga oleh masyarakat melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi-organisasi keagamaan.

“Saya optimis, Corona ini bisa selesai dengan edukasi yang baik oleh pemerintah dan masyarakat. Ini musuh kita bersama, kita harus bersinergi, saling rangkul dan saling support,” jelasnya.

“Mari kita bersama-sama ambil bagian dalam menghadapi situasi sekarang, dan jangan kita memberikan rasa takut kepada masyarakat, kita mengajak untuk sosialisasi mengenai seperti penyemprotan disinpektan, rapid test, serta cara-cara yang sudah diarahkan oleh pemerintah,” pintanya.

(mn-07)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini