Debat hangat Kongres Sukma

Mataram, MATARAMnews – Kongres Warga SUKMA (Sunda Kecil-Maluku) akhirnya ditutup pada kamis (24/05). Kongres ini menghasilkan beberapa rekomendasi diantaranya terkait  SUKMA secara kelembagaan, program-program ke depan, serta lembaga-lembaga jejaring yang akan menjadi mitra SUKMA.

Selain ketiga hal tersebut, pada hari terakhir kongres ini juga dipilih seorang kooordinator yang dalam struktur SUKMA disebut sebagai dinamisator.
Secara umum, SUKMA disepakati sebagai sebuah komunitas yang akan bekerja saling mendukung untuk kepentingan masyarakat kepulauan. Sementara itu, peran eksekutor di lapangan akan diambil oleh masing-masing simpul di setiap wilayah. Untuk itu, dalam kongres SUKMA disepakati pula bahwa komunitas SUKMA tidak akan membentuk struktur macam sebuah organisasi agar focus kerja SUKMA tidak membias untuk membesarkan organisasi melainkan tetap untuk melakukakn kerja-kerja demi warga kepulauan Sunda Kecil-maluku sebagaimana cita-cita bersama.

Terkait jejaring, kongres SUKMA telah menetapkan bahwa lembaga mitra yang akan diajak bekerjasama dengan SUKMA adalah lembaga-lembaga yang hadir pada kongres SUKMA dan memenuhi beberapa mekanisme tertentu yakni melakukan sharing informasi dan pembelajaran, pertukaran produk antar wilayah, menghargai nilai-nilai kemitraan, dan menerapkan pendekatan pembangunan berbasis kepulauan.

Sedangkan program-program yang akan menjadi fokus kerja SUKMA ke depan ialah program-program yang berfokus pada kerentanan dan keterbelakangan masyarakat pesisir akibat perubahan iklim, advokasi kebijakan terkait regulasi SDA yang berpihak pada masyarakat, serta konsolidasi dan peningkatan kapasitas terkait penguatan kelembagaan di tingkat jejaring.

Masing-masing rekomendasi dibahas oleh satu komisi yang menjalankan sidang komisi sejak Rabu sore (23/05) hingga   petang. Sidang komisi berlangsung alot hingga akhirnya membawa hasil yang dibahas pada sidang pleno semalam dan berakhir pada Kamis pagi.

Terlepas dari ketiga hal tersebut, Warga SUKMA yang berkumpul pada kongres selama lima hari terhitung Minggu (20/05) lalu ini juga telah bersepakat memilih Adhar Hakim sebagai koordinator atau dalam hal SUKMA disebut sebagai dinamisator. Sebelum memilih dinamisator, peserta sidang pleno terlebih dahulu menyepakati untuk menjadikan NTB sebagai lokasi secretariat SUKMA yang oleh karenanya maka dibutuhkan pimpinan asal NTB pula. Adhar Hakim pun terpilih yang tak lepas dari pengalaman kepemimpinannya yang  pernah mendirikan lembaga anti korupsi SOMASI dan saat ini tengah aktif di lembaga konsultan komunikasi.

Dalam sambutannya setelah resmi terpilih menjadi dinamisator, Adhar Hakim meminta kerjasama semua pihak untuk bekerja bersama-sama untuk memperjuangkan SUKMA ke depan. “Sekecil apapun yang kita lakukan akan menjadi konsep gerakan yang akan sama-sama kita pertanggung-jawabkan dengan konsep baru. Kita juga memilki beban untuk menjadi teladan yang lahir dari aksi kita,” ujarnya dalam pidato singkat.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !