Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, MSi saat memberikan keterangan pers di Kantor BNNP NTB di Mataram.

Mataram, MN – Ditengah pandemi covid-19, seorang clening servis di salah satu SMKN di Kota Mataram masih saja nekad mengedarkan narkotika. Akibatnya pelaku yang diketahui berinisial S, (27) laki-laki, warga lingkungan Dasan Agung Bawak Bagek Utara, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang Kota Mataram tersebut diringkus BNNP NTB.

Penangkapan terhadap pelaku S, dilakukan sekitar pukul 09.00 Wita di salah satu kantor Travel di Kota Mataram, pada Jumat (10/4/2020)kemarin.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika berjumlah 2 (dua) Bungkus plastik bening yang diduga Narkotika Gol.1 Jenis Sabu dengan berat bruto sekitar 200,47 gram dan 5 (lima) bungkus plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis MDMA atau biasanya dikenal dengan nama Ekstasi sebanyak total 489 butir beserta 1 (satu) unit HP merk REDMI warna Hitam dan 1 (satu) unit SPM merk Yamaha Mio berwarna Biru No. Pol. DR 6203 BV.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, MSi ketika dimintai keterangan menjelaskan kronologi penangkapan bahwa pada hari Jumat, 10 April 2020 petugas mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sekira pukul 09.20 Wita, bertempat di salah satu kantor Travel di Kota Mataram, petugas berhasil mengamankan S yang mengambil paket kiriman dari Dompu yang disamarkan dalam kemasan kotak sepatu yang berisi pakaian sebagaimana yang tercatat dalam resi pengiriman,” ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, langsung dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap paketan tersebut, alhasilnya ditemukan 2 (dua) bungkus plastik bening berisi narkotika jenis shabu dan 5 (lima) bungkus plastik bening diduga narkotika jenis MDMA atau yang biasa kita kenal dengan Ekstasi.

“Setelah diintrogasi yang bersangkutan akan mengirimkan barang tersebut ke seseorang di Kota Mataram,” terangnya.

Akibat perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009, saat ini pelaku dan barang bukti berada di kantor BNNP NTB, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ditambahkan Gde, barang bukti Shabu dan Ekstasi tersebut bila diuangkan senilai Rp. 500 Juta dan apabila diasumsikan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 12 orang (penyalahguna coba pakai), maka dengan pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 3000 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNP NTB, juga menghimbau bahwa walaupun saat ini kita semua konsentrasi untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, namun BNN dan Jajaran akan tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika, terbukti para bandar memanfaatkan situasi ini dengan melakukan transaksi narkoba.

“Lewat kesempatan ini juga saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasai penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotiika di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

(mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !