Masalah Kamtibmas Bukan Hanya Masalah Aparat

MATARAMnews – Keadaan Kamtibmas di Kota Mataram yang menurut data menunjukkan angka kriminalitas meningkat. Hal ini mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat.

 

{xtypo_info}FOTO: Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana{/xtypo_info}

Rapat Koordinasi yang dilaksanakan, Rabu (12/10/2011), dihadiri Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Danlanal Kol. Marinir Dedi Suhendar, Dandim Letkol Inf. Waris Ari Nugroho, Kapolres AKBP Nym Sugiana dan Camat dan Lurah se-Kota Mataram. Hadir juga pada kesempatan tersebut, para kepala lingkungan se-Kota Mataram.

Menurut H. Mohan, dengan meningkatnya kriminalitas di kota Mataram, perlu kerjasama kita semua dan tidak sepenuhnya persoalan ini dilimpahkan kepada para aparat yang tentu saja jumlah personilnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Mataram yang mencapai angka 400 ribu jiwa.

Wakil Walikota juga sedikit menyinggung tentang dampak pindahnya Bandara dari Kota Mataram yang sedikit banyak berdampak dari sisi ekonomis dan politis. “Oleh Karena itu Pemerintah Kota Mataram bekerjasama dengan beberapa pihak terkait telah menyusun rencana untuk memberdayakan tanah bekas Bandara tersebut untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Mengenai Kamtibmas, Kapolres Mataram menjelaskan secara rinci data-data yang berhasil terkumpul antara Januari hingga September 2011. Untuk gangguan Kamtibmas masih ditempati oleh jenis curanmor pada peringkat pertama yang tercatat 502 kasus.

AKBP Nym Sugiana juga menjelaskan, daerah perumahan masih menjadi tempat favourit bagi para pelaku tindak kejahatan curanmor dan curat, sedangkan pelaku curas lebih memfokuskan pada jalan-jalan di Kota Mataram yang sepi atau jauh dari pengawasan aparat.

Mengenai hal tersebut, baik Kapolres, Dandim dan Danlanal sepakat bahwa dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mencegah dan membantu aparat dalam menanggulangi gangguan Kamtibmas di Masyarakat. “Sebuah tindak kejahatan harus mulai ditindaklanjuti dari kejahatan itu baru berbentuk gangguan dan jangan sampai meningkat menjadi sebuah ancaman di masyarakat,” tegasnya.

(Rilis Pemkot Mataram: Pun)

Bagikan :