Kepala Sekolah baru SMKN 5 Mataram, H Istiqlal SPd MM, saat membuka pelatihan wisata pendidikan di Mataram

Mataram, MN – SMKN 5 Mataram sebagai salah satu sekolah seni di Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat gebrakan fantastis ‘One Stop Tourism Spot’. Mulai menggerakkan sektor pariwisata alternatif yang dinamakan ‘edu tourism’ atau wisata pendidikan.

Kepala Sekolah (Kasek) baru SMKN 5 Mataram, H Istiqlal SPd MM membawa perubahan pantastis setelah pulang dari tugasnya menjadi kepala sekolah Indonesia di Malaysia pada sekolah SIK (Sekolah Indonesia Kinabalu).

Kiprah H Istiqlal di dunia pendidikan, khususnya pendidikan di NTB dinilai luar biasa. Belum genap satu tahun menjabat kepala sekolah di SMKN 5 Matatam saat ini sudah menunjukkan gebrakan fantastis. Bekerjasama dengan 3 negara untuk mengembalikan geliat sektor pariwisata NTB pasca pandemi Covid-19.

“SMK 5 mulai menggerakkan sektor pariwisata yang dinamakan ‘edu tourism’ atau wisata pendidikan,” kata Kasek H Istiqlal kepada Mataramnews.co.id, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, wisata pendidikan ini bisa menjadi one stop shop untuk tourism spot, tidak hanya menikmati keindahan pantai dan keindahan alam saja, tetapi wisatawan juga ingin mengeksplor sesutu yang berbeda terutama dalam bidang pendidikan.

“Alhamdulillah kita sudah memulai pelatihan hari ini, yang diikuti dari 3 negara, yaitu Belanda, Austria dan India,” ungkap Istiqlal, sembari menyebut kedepannya program tersebut akan dipasrkan ke Eropa, Amerika, Australia, Kanada, dan negara lainnya.

Wisata alternatif yang ditawarkan SMKN 5 Mataram adalah seperti pelatihan membatik, pelatihan keramik, pelatihan perhiasan (emas, mutiara, perak, dan lainnya). Bahkan akan disiapkan pelatihan pencak silat atau tari, serta outbond.

“Mereka (wisatawan) bisa membuat makanan siang sendiri (cooking class), bisa metik kangkung sendiri dan memasak sendiri, menjadi satu paket. Makanya kita namakan ‘one stop tourism spot’ SMK 5 Mataram,” ujarnya.

Terobosan wisata pendidikan ini diharapkan bisa membuat anak-anak yang belajar di SMKN 5 Mataram menjadi tertantang agar bisa mengikuti bimbingan, minimal memiliki skill seperti bahasa inggris, belanda, jerman dan lainnya.

Kasek SMKN 5 Mataram yang baru ini bertekad menjadikan SMKN 5 Mataram menjadi ‘Center of excellence’ atau pusat keunggulan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) terutama untuk sekolah seni.

Kedepan SMKN 5 Mataram akan melakukan kerjasama dengan Lombok Care untuk tukar menukar praktek, karena saat ini sekitar 50 siswa inklusi yang berada di semua jurusan di SMKN 5 Mataram.

“Insyaalah kita akan sewa guru-guru dari Lombok Care kesini atau kita yang belajar ke Lombok Care. Bahkan kita rencanakan belajar ke Belanda. Kita kirim guru-guur dan anak-anak kita magang di Belanda. Demikian sebaliknya dari Belanda juga bisa praktek ke sini karena ada 50 anak inklusi di semua jurusan di SMKN 5 Mataram,” pungkasnya.

(mn-016)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini