Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah

Mataram, MN – Industrialisasi di bidang kesehatan di Provinsi NTB sudah berjalan sejak lama. Hal tersebut dimulai dari berdirinya laboratorium Hepatika Bumi Gora sejak tahun 1984 silam dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1987. Hal ini tentu akan memperkuat program industrialisasi yang sedang digaungkan oleh Pemprov NTB di nyaris semua sektor.

“Industrialisasi di bidang kesehatan kita itu umurnya sudah panjang, jadi rapid test bukan hanya baru tapi melalui proses yang lama,” ungkap Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah, Senin 3 Agustus 2020.

Ia menyampaikan bahwa laboratorium Hepatika seperti di NTB ini sangat jarang ada di negara-negara berkembang. Laboratorium ini bukan hanya meneliti terkait penyakit hepatitis, namun banyak hal lain yang bisa dikerjakan dan diteliti.

Laboratorium ini sudah banyak menghasilkan penemuan seperti pendeteksi hepatitis, malaria, HIV, kanker tenggorokan, hingga alat tes kehamilan dan kali ini telah ditemukan alat rapid test.

Saat ini, Laboratorium Hepatika Bumi Gora sudah menemukan alat rapid test yang sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan dan akan diproduksi secara massal untuk seluruh Indonesia.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh laboratorium ini perlu didukung dan diapresiasi. Produk yang dihasilkan menjadi kebanggaan daerah dan harus juga digunakan oleh daerah.

“Jangan sampai kita terima-terima alat kesehatan dari luar, padahal kita bisa buat sendiri di sini,” tuturnya.

Ia meminta kepada OPD-OPD yang hadir untuk turut mendukung pengembangan laboratorium ini agar NTB dapat dikenal dunia dengan karya-karya yang dihasilkan khususnya dalam bidang industri kesehatan.

Laboratorium ini lanjutnya, harus dikenal oleh masyarakat luas khususnya masyarakat NTB agar menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTB. Untuk itu, ia meminta agar laboratorium ini dibuatkan sebuah video dokumeter untuk ditampilkan ke masyarakat pada perayaan HUT RI tanggal 17 Agustus mendatang.

Di akhir penyampaiannya, ia mengatakan akan mendukung penuh penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Hepatika Bumi Gora ini untuk memajukan NTB kedepannya.

Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mataram Prof. dr. Mulyanto mengatakan bahwa penelitian ini sebagai pengabdiannya untuk Indonesia dan NTB khususnya. Dan pada masa pandemi ini, ia mempersembahkan alat rapid test yang harganya sangat terjangkau yakni 75.000 rupiah.

Alat rapid test ini sudah mulai dipesan oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 100.000 psc dan dari instansi lainnya mencapai 100.000. Khusus NTB, Dinas Kesehatan sudah memesan sebanyak 5.000 alat rapid test.

“Untuk produksi, sudah tidak ada kendala, bahan-bahannya sudah sampai. Sesuai aturan bahwa akurasi dari alat ini mencapai 80-90 persen,” kata Mulyanto.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah daerah karena telah banyak membantu laboratorium yang dipimpinnya selama ini. Ia berharap dapat mempersembahkan banyak karya untuk NTB kedepannya.

(ntb/mn-07)