Polisi Gelar Razia, Dikeluhkan Pengendara

ilustrasi

MATARAMnews (KLU) – Razia yang digelar oknum petugas polisi hampir setiap hari di Kabupaten Lombok Utara  dikeluhkan para pengendara sepeda motor yang melintas dijalan raya Tanjung – Bayan, karena dinilai cukup mengganggu kenyamanan para pengendara.

“Bagaimana kami tidak terganggu, kalau razia itu dilakukan dijalan yang berbelok (pengkolan), yang rawan kecelakaan. Padahal bisa saja mereka menghadang setiap kendaraan yang melintas di jalan yang lurus, sehingga keselamatan pengendara terjamin”, Kata Aturbakti salah seorang pengendara sepeda motor ketika ditemui di Tanjung, (13/10/11).

Hal senada juga diungkapkan Ical, warga Kecamatan Bayan. Menurutnya, kalau mau menegakkan aturan berkendara, sebaiknya petugas melakukan sosialisasi ke bawah, bukan menghadang sepeda motor dijalan yang berbahaya seperti pengkolan atau tanjakan.

“Tadi pagi ada razia yang digelar di pengkolan Beraringan Desa Kayangan Kecamatan Kayangan, yang bila pengendara tidak hati-hati berhenti tentu tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan, dan ini dilakukan hampir tiga kali seminggu di KLU yang lokasi razianya berpindah-pindah”, kata Ical.

Hamdi, salah seorang pengendara sepeda motor Meo juga mengaku heran melihat oknum petugas polisi yang melakukan razia hampir setiap hari di KLU. Padahal jika petugas itu betul betul peduli terhadap warga sebaiknya turun ke desa-desa untuk mensosialisasikan UU yang berkaitan dengan lalu lintas, bukan menghadang setiap sepeda motor atau mobil yang melintas.

“Jika tetap seperti ini, kan dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan memperlambat tiba sampai tujuan. Karena banyak juga para pegawai KLU yang tinggal di Kecamatan Bayan atau Kayangan, namun karena dirazia sehingga banyak yang lambat masuk kantor”, jelas Hamdi.

Karenanya, baik sopir maupun pengendara sepeda motor meminta kepada petugas yang melakukan razia di KLU memilih tempat dijalan yang tidak berbelok. Jangan karena alasan pengendara tidak bisa lari dari petugas lalu melakukan razia di jalan yang berbahaya, tanpa memikirkan keselamatan warganya.

“Sebaiknya petugas yang melakukan razia juga dilengkapi surat tugas dari Kapolda NTB atau Kapolres Lombok Barat, kan negara kita ini memiliki aturan yang jelas”, ketus puluhan pengendara lainnya.

 

(Laporan: Ari | Lombok Utara)

Bagikan :