Sampel produk pangan yang di tes kandungannya

Mataram, MATARAMnews – Produk pangan yang mengadung zat berbahaya ditemukan dalam razia yang digelar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menjelang masuknya bulan Ramadhan. Pengawasan dengan menggelar razia terhadap produk pangan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan dilaksanakan dibeberapa pasar tradisonal, pada Senin (16/7/2012) pagi.

Keempat pasar yang dijadikan sebagai tujuan razia, yaitu pasar induk Bertais, pasar Sindu Cakranegara, pasar Pagesangan dan pasar Kebun Rowek Ampenan. Dengan melibatkan pihak terkait lainnya, BBPOM Mataram melakukan razia bersama tim gabungan dari Dit Reskrimsus Polda NTB, Sat Pol PP NTB dan Kota Mataram, Dinas Kesehatan Mataram, Disperindag NTB dan Kota Mataram.

Untuk memudahkan pengujian terhadap produk makanan yang terkontaminasi atau tercampur dengan zat berbahaya, BBPOM langsung membawa alat test kit. Alhasil, dari kegiatan yang khususnya dilakukan di pasar induk Bertais, 22 semple ditemukan empat diantaranya produk pangan yang mengandung zat berbahaya.

Produk pangan tersebut setelah diuji seperti, kerupuk beras mengandung borak, kemudian terasi dan gula-gula mengandung zat pewarna tekstil rodamin B serta ikan segar jenis Selah ternyata mengandung pormalin zat pengawet yang biasa digunakan untuk mengawet mayat.

Kepala BBPOM Mataram, Dra Hj Sri Utami Ekaningtyas, menjelaskan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan saat ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keamanan produk pangan yang disediakan dan disuplai menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Menurutnya, dari hasil tes yang dilakukan di pasar induk Bertais ada ditemukan pangan yang mengandung zat berbahaya, “dari 22 semple  yang dites ada empat yang mengandung zat berbahaya,” katanya ketika ditemui dipasar Bertais.

“Produk yang ditemukan mengandung zat berbahaya, terasi dan gula-gula mengandung zat pewarna tekstil rodamin B,  ikan segar jenis Selah ada  mengandung pormalin dan kerupuk beras mengandung borak,” jelasnya.

Sementara itu, para pedagang yang dagangannya terbukti mengandung zat berbahaya langsung diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak lagi menjual barang-barang tersebut, “kita bina yang jual dan telusuri pemiliknya,” tegasnya.

Pembinaan terhadap para pedagang tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai perdagangan produk pangan yang mengandung zat berbahaya. Karena dari hasil keterangan yang diberikan oleh pedagang menyebutkan bahwa untuk produk terasi yang mengadung rodamin pewarna tekstil tersebut berasal dari luar NTB, sedangkan terasi buatan NTB sendiri dinyatakan tidak mengadung zat berbahaya.

Dalam razia itu juga berhasil mengamankan dan menyita bahan tambahan pangan berupa  pewarna tekstil yang dijual untuk produk pangan dan produk kadarluarsa.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !