TKW yang baru pulang dari Timur Tengah

Sumbawa, MATARAMnews – Penderitaan demi penderitaan tak henti-hentinya mendera Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sumbawa. Belum lama ini, Mahni (36) warga BTN Bukit Permai, Blok L 21 disiksa oleh majikannya di Timur Tengah. Selain dianiaya, Mahni juga tidak diberikan gaji selama ia bekerja.
Belum genap 2 tahun bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di negara Jordan, wanita bernasib malang ini harus menerima tindakan kekerasan oleh majikan dan agen PJTKI di negara tempat ia bekerja.

Mahni berangkat ke Timur Tengah melalui PT. Bin Mahmud Safarindo, Jakarta Timur. Ia mengenal perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri itu melalui seorang sponsor bernama Alan warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Ironisnya, Mahni pulang ke tanah air seminggu yang lalu tanpa membawa sepeser rupiah dan hanya bermodal baju di badan. Selama bekerja 1 tahun 3 bulan, Mahni mengaku kerap mendapat tindakan penganiayaan.

Akibatnya, sekujur tubuh Mahni lebam. Begitu juga di bagian kepalanya, lantaran pukulan dan injakan kaki majikan. Ia mengalami tindakan penganiayaan itu sebanyak 4 kali sekitar sebulan yang lalu.

“Ketika saya nyaris tidak sadarkan diri, agen dan majikan di Jordan segera mengurus pemulangan saya ke Indonesia. Mereka hanya memberikan ongkos tiket hingga ke kampung halaman. Saya tidak dibekali pakaian dan gaji selama bekerja,” tuturnya lirih.

Mahni yang ditemui di RSUD Sumbawa usai memeriksa kondisi kesehatannya menuturkan, akibat penganiayaan itu sampai saat ini dirinya masih merasa sesak nafas, sakit di bagian punggung  dan bagian kepalanya.

Kini ia hanya bisa berharap kepada pemerintah agar memperjuangkan haknya sebagai pekerja migran yang juga menyumbangkan devisa bagi negara.
Dengan penuh haru, Mahni mengaku tidak bisa berbuat banyak tentang nasibnya yang diterimanya selama bekerja dinegeri real itu.


(kon-ln-wartapost)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !