Para bintara yang lulus tes Polri untuk wilayah NTB

Mataram, MATARAMnews  – Tidak kurang dari 285 orang dinyatakan lulus test dalam penerimaan anggota polisi untuk wilayah Polda NTB. Mereka yang dinyatakan lulus dan berhak untuk mengikuti pendidikan ini setelah mengikuti berbagai jenjang test masuk Polri.

Sesuai dengan kuota yang diperoleh Polda NTB dalam penerimaan anggota Polri dari Mabes Polri sebanyak 285 orang, namun hingga test terakhir sebanyak 299 orang. Ke 285 orang yang ditetapkan lulus dan berhak untuk mengikuti pendidikan Brigadir terdiri dari Dalmas 259 orang, Brimob 25 orang, sedangkan Tamtama Brimob 25 orang dan Tamtam Polair 30 orang.

Untuk pendidikannya sendiri Brigadir Dalmas akan dilaksanakan di Sekolah Polisi Nasional (SPN) Belanting Lotim, Brimob di laksanakan di Batu Kosek Jatim.
Sementara itu, sidang penetapan kelulusan akhir penerimaan Brigadir Brimob dan Dalmas serta Tamtama Brimob dan Polair TA. 2012 Polda NTB, dilaksanakan Jumat pagi, dipimpin langsung  oleh Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Arif Wachyunadi didampingi oleh Waka Polda, Kombes Pol Marwoto.

Penetapan hasil kelulusan rekrutmen ini juga ditandatangani oleh Kapolda, peserta, orang tua peserta dan pihak lainnya. Pada saat penetapan kelulusan selain dihadiri oleh para calon anggota Polri, juga dihadiri oleh masing-masing orang tua calon.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Arif Wachyunadi, mengingatkan pada mereka yang telah dinyatakan lulus agar selalu menjaga diri dan jangan sampai berbuat hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri berupa pelanggaran hukum maka tidak akan segan-segan dibatalkan penetapan yang sudah dikeluarkan, apabila ada mendapat laporan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh mereka yang telah dinyatakan lulus sebelum dilaksanakannya pendidikan tanggal 1 Agustus besok, maka akan diambil tindakan berupa pembatalan penetapan yang sudah dikeluarkan.

“Kalaupun sudah tandatangan, apabila sampai 1 Agustus terdapat pelanggaran di masyarakat, saya bisa batalkan kelulusannya,” tegasnya. Karena itu, Kapolda meminta baik kepada mereka yang telah dinyatakan lulus untuk menjaga tingkah laku dan  pada orang tua untuk selalu menjaga putra-putranya.
“Dijaga, ketika pelanggaran itu terjadi ada kewenangan saya untuk membatalkannya,” tegas Jendral bintang satu ini. Sedangkan bagi mereka yang tidak lulus diharapkan agar jangan berkecil hati.

Kapolda juga menjamin bahwa perekrutan anggota Polri yang dilakukan saat ini benar-benar murni dan tidak ada Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), pasalnya rekrutmen dilakukan secara ketat, obyektif dan profesional, bahkan pelaksanaan rekrutmen dibawah pengawasan, baik dari internal Polri yaitu suvervisi Mabes Polri dan eksternal yaitu, IDI, Dikpora, Akademisi dan Pemda.