Pelaku sedang melakukan reka ulang pembunuhan

Mataram, MATARAMnews – Polisi gelar rekonstruksi  penangkapan pelaku jambret yang mengakibatkan terlukanya seorang ABG akibat dari pantulan peluru, Rabu (8/8/2012) pagi. Rekonstruksi tersebut melibatkan  tim gabungan dari  identifikasi Polres Mataram dan  identifikasi dari Polda NTB.

Hadir dalam rekonstruksi tersebut selain pelaku jambret bernama Lalu Samsul Rijal warga Desa Puyung dan anggota Brimob berinisial Jk yang saat kejadian melakukan pengejaran dan penembakan kearah pelaku, juga nampak hadir Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, Kapolsek Mataram, Kompol Yunus Junaidi dan beberapa atasan Jk dari Sat Brimob Polda NTB.

Dalam reka ulang (rekonstruksi) tersebut diperagakan sebanyak 18 adegan mulai dari tempat terjadinya penjambretan di jalan Catur Warga Gomong Mataram hingga pengejaran kedalam pemukiman dikawasan Lingkungan Arong-arong Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang.

Pada saat dilakukan pengejaran oleh anggota Brimob yang sebelumnya melihat aksi pelaku yang menjabret tas seorang wanita, pelaku yang seorang diri menggunakan sepeda motor matic melawan arus disamping masjid At Taqwa dan akhirnya terjadi tabrakan dengan kendaraan lainnya.

Pelaku yang terjatuh langsung kabur dengan melarikan diri kedalam Gang Mareje yang berada diseberang jalan Kantor KPUD NTB, melihat hal tersebut anggota Brimob tersebut berusaha menghentikan langkah si pelaku dengan memberikan tembakan peringatan namun pelaku bukannya berhenti malah semakin kencang larinya.

Bahkan saat pengejaran tersebut anggota Brimob tersebut sempat terjatuh dan sambil berteriak jambret. Langkah si pelaku tersebut baru berhenti setelah dikepung warga dan akhirnya ditangkap oleh warga.

Namun secara tiba-tiba setelah penangkapan tersebut, seorang anak perempuan masih ABG yang duduk dibangku sekolah tingkat pertama yang ketika kejadian duduk bersama dengan seorang rekannya berjarak sekitar 103 meter.

Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko, memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh anggota Brimob tersebut. “Saya memberikan apresiasi,” katanya ketika ditemui dilokasi rekonstruksi.

Menurutnya, di Mataram saat ini sedang banyak kasus curat, curas dan curanmor, jadi apa yang telah dilakukan oleh anggota Brimob tersebut untuk menangkap pelaku kejahatan itu sangat diapresiasikan. “Atensi terhadap dia, bersama dengan masyarakat tangkap pelaku,” tegasnya lagi.

Sementara itu, tambah Kurnianto bahwa tujuan dari digelarnya rekonstruksi untuk melihat  pelaku curas tersebut benar-benar melakukan aksinya  hingga tertangkap.

Sedangkan proses dan prosedur penembakan yang dilakukan oleh anggota, melihat hasil rekonstruksi sudah melalui protap. “Tembakan peringatan dua kali, teriak jambret-jambret  untuk berhentikan pelaku,” pungkasnya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !