Suharso Manoarfa Mundur Demi Menjaga Citra SBY

MATARAMNews (Jakarta) – Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Manoarfa, resmi mengundurkan diri dari jajaran Kabinet Indonesia Besrsatu ke II, lantaran menjaga citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Suharso digugat cerai oleh sang istri di Pengadilan Agama Jakarta Selatan karena menikah lagi.

{xtypo_info} FOTO : Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Manoarfa{/xtypo_info}

Pengunduran diri sang menteri ini merupakan pertama kali terjadi selama dua periode kepemimpinan SBY. Ini, hendaknya menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Namun, pada tataran realitas banyak pejabat publik yang diduga tersangkut kasus, tetapi masih tetap ingin menjabat.

Suharsono, usai acara penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama operasional dengan sejumlah Bank di kantor Kemenpera, Senin (17/10) mengungkapkan, alasan pengudnuran dirinya semata-mata karena masalah domestik alias pribadi. Ini, dilakukan demi menjaga nama baik kabinet dan citra SBY selaku pimpinannya. “Saya mengundurkan diri karena masalah domestik,” tegasnya.

Disebutkannya, kendati yang membelitnya sekarang murni masalah pribadi, namun ia secara gentle memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai menteri. Meskipun ini masalah domestik, lanjutnya, tetapi dikhawatirkan akan merambat dan menjadi konsumsi publik yang kemudian menyeret jabatannya selaku pejabat publik. “Saya ingin menjaga citra presiden,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ini sebuah ketakutan karena ada upaya reshuffle ataukah ingin menguji presiden? Menurutnya, tidak ada kaitannya dengan itu, sebab niat untuk mengundurkan diri sudah sejak lama atau sekitar bulan Puasa lalu. “Tidak ada kaitannya dengan reshufle dan bukan juga untuk menguji pak presiden, tapi ini murni keinginan saya,” katanya. Keputusan Suharso sesungguhnya karena gugatan cerai yang dilakukan istrinya, Carolina Kaluku, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. “Saya akan kembali jadi pengusaha dan tetap mengabdi pada partai saya,” sebutnya.

Ditambahkannya, rencana pengunduran diri yang sudah lama diinginkannya itu, tertunda karena tidak dikehendaki oleh Parpolnya (PPP). Namun, dengan segala cara dilakukan. Akhirnya, Parpolnya dan juga SBY mengamini. “Saya telah menerima pengunduran diri Pak Suharso karena alasan pribadi,” kata Presiden SBY. Keputusan mengundurkan diri Suharso banyak mendapat aplaus dan jempol dari sejumlah elemen masyarakat yang menyatakan keputusan seperti itu perlu diteladani. Sebab, ada sejumlah pejabat yang tengah tersangkut kasus, namun masih saja menjabat, sebut saja Menpora, Andi Malarangeng dan Menakertrans, Muhaimin Iskandar.

(Laporan : Deo | Jakarta)