Massa ALARM Ngamuk, Wakil Ketua dan Tiga Anggota DPRD Loteng Dievakuasi

MATARAMnews (Loteng) – Massa yang tegabung dalam ALARM datangi kantor DPRD Loteng (26/10/2011). Aksi massa yang di koordinir L. Izzi ini, berorasi dengan sambil membawa dan melakukan pememotongan seekor sapi didepan ruang utama kantor DPRD Loteng.

{xtypo_info} FOTO : Aksi masa ALARM dihalau pihak kepolisian didepan kantor DPRD Loteng{/xtypo_info}

Setelah melakukan aksinya, tak lama 15 perwakilan dari masa ALARM ini diterima Wakil Ketua DPRD, H. Pahrurrozi di ruang sidang DPRD Loteng. Dalam tuntutannya yang di sampaikan oleh L. Izzi mengatakan, bahwa meminta DPRD Loteng untuk mengusulkan pencabutan SK penetapan pasangan Bupati, HM. Suhaili dan Wabup Loteng HL. Normal Suzana, yang cacat demi hokum.

“Jadi apa yang kami lakukan saat ini merupakan bagian dari penegakan supremasi hukum di daerah Loteng,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan putusan-putusan yang sudah ada, mulai dari putusan PTUN Mataram, PTUN Surabaya dan terahir putusan PTUN Jakarta Selatan, maka harus segera dilaksanakan.

“Bahkan sudah satu tahun kami mengawal proses ini, kami hanya di janjikan menunggu dan menuggu hasil yang dilakukan oleh DPRD Loteng dan kami meminta pimpinan DPRD Loteng untuk menandatangani usulan pernyataan kami ini,” jelasnya.

Menanggapi yang disampaikan massa ALARM, Wakil Ketua DPRD Loteng mengatakan tidak bisa saya saja yang menandatangani, harus kami koordinasikan dulu bersama semua unsur pimpinan, “jadi saat ini kami belum bisa tandatangani surat pernyataan tersebut,”  ungkapnya.

Tambahnya, kalaupun dari pihak perwakilan siap menunggu pimpinan DPRD Loteng yang lainnya, maka kami persilahkan.

Mendengar tanggapan itu, perwakilan massa ALARM yang berada didalam ruang sidang terlihat suasana tegang, bahkan terjadi keributan, kursi dan mikrophone yang ada sempat dilempar oleh massa.

Terlihat diluar ruang sidang massa yang mulai merapat dan mendekat di jendela, mulai mengamuk dan memukul kaca jendela, terlihat juga beberapa kaca jendela pecah. Dan massa di halaman kantor Bupati mengamuk dengan membawa kayu, batu sambil mendekat. Namun atas kesigapan pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi massa itu, bisa dihalangi.

Sedangkan, didalam ruang sidang Wakil Ketua DPRD Loteng, H. Pahrurrozi dan tiga anggota dewan lainnya di evakuasi pihak kepolisian ke dalam kantor Bupati.

“Massa ALARM siap akan menunggu sampai kapanpun pimpinan DPRD Loteng akan menemuinya dan kami siap menduduki kantor DPRD Loteng sampai pernyataan kami ini di tandatangani semua unsur pimpinan DPRD, bahkan semua anggota DPRD Loteng,” ungkapnya sambil teriak.

Sementara, menurut keterangan salah satu massa ALARM, dua Wakil Ketua DPRD Loteng yaitu, L. Fathul Bahri dan HL. Sudiartawan akan sampai di kantornya sore hari untuk menemui aksi massa, karena keduanya sedang berada di Jakarta. Sedangkan ketua DPRD HL. Yusuf Saleh sedang berada diluar daerah juga.

(Laporan : Zam | Lombok Tengah)

Bagikan :