Pengurus DPC Ika Boga kota Mataram bersama Hj. Suryani Ahyar Abduh

MATARAM – Bertempat di aula lantai tiga kantor Walikota Mataram, Jumat (22/3) enam orang pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ika Boga) Kota Mataram dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sesepuh Organisasi Wanita Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh.

Hj. Suryani Ahyar Abduh yang juga menjabat sebagai Ketua TP. PKK Kota Mataram usai pengukuhan mengatakan, seiring dengan perkembangan Kota Mataram sebagai Ibukota Propinsi keberadaan Ika Boga di Kota Mataram dinilai sangat penting. Sehingga berbagai usaha jasa dalam bidang makanan khususnya, memiliki kualitas serta takaran gizi benar, agar makanan yang dijual selain enak dilidah, juga aman, sehat dan layak untuk dikonsumsi.

Di samping itu secara personal, keberadaan DPC Ika Boga mampu memberikan motivasi dan inspirasi kepada kaum perempuan dan ibu rumah tangga. “Artinya kaum perempuan secara khusus memiliki ilmu dalam menyiapkan makan sehari-hari untuk keluarga,” katanya.

Oleh karena itu, Hj. Suryani berharap keberadaan DPC Ika Boga Kota Mataram, perempuan di Kota Mataram bisa tetap eksis, cerdas dan mandiri dalam menjalani kodrat sebagai kaum perempuan dan mampu menyempurkanakan karya hasil masakannya.

Hal senada dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Ruslan Effendi. Dalam sambutannya mengatakan, DPC Ika Boga diharapkan mampu menciptakan peanekaragaman makanan terutama yang berbahan lokal dengan kualitas dan takaran gizi yang pas. Dengan demikian makanan-makanan yang diproduksi benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi . “ Di luar negeri saja, singkong dan jagung dapat diolah menjadi makanan bergensi dengan harga yang tinggi,” tuturnya.

Sementara di daerah ini yang nota bene banyak terdapat bahan baku lokal tersebut belum dapat diolah secara maksimal. Sehingga harga dan kualitas makanan lokal masih jauh berbeda. Terkait dengan itu Dikpora Kota Mataram telah bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Propinsi NTB untuk mengolah peanekaragaman makanan berbahan lokal. “Program tersebut sudah mulai diperkenalkan kepada siswa-siswa SMK jurusan tata boga. Agar kita tidak kehilangan peluang besar,” ungkapnya.

(Nir/Odink foto Hms)