CJH Gagal Berangkat, Travel ONH Plus Harus Ditindak Tegas

MATARAMnews (Loteng) – Pelaksanaan ibadah haji oleh jemaah haji telah usai dilaksanakan, saat ini para keluarga jamaah haji sedang menuggu kepulangannya dari tanah suci Makkah. Namun ada beberapa persoalan yang tak luput dari pelaksanaan ibadah haji tahun ini diantaranya mengenai jarak tempat penginapan calon jamaah haji di Makkah dan banyak calon jamaah haji ONH plus yang tidak bisa berangkat melaksanakan haji ke tanah suci Makkah.  Hal ini terungkap saat salah satu anggota DPD RI asal NTB HL. Supardan yang ikut dalam tim pengawasan haji tahun 2011 saat di temui di kediamannya (16/11/2011).

{xtypo_info} Foto : Anggota DPD RI asal NTB HL. Supardan {/xtypo_info}

Dikatakan, tahun ini permasalahan para calon jamaah haji di tanah suci Makkah hanya mengeluhkan jarak tempuh yang jauh dari tempat penginapan menuju Masjidil Haram, yaitu 2 km, akan tetapi jaraknya sekitar 2,5 km, sedangkan yang pelayanan lainnya sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Secara umum proses pelayanan untuk para jamaah haji berjalan lancar, walaupun masih ada beberapa hal kekurangan-kekurangan yang terjadi seperti ada jamaah yang terkena diare karena makanan yang tidak layak dimakan. “Ada kekurangan dalam pelaksanaan kali ini akan tetapi kita tidak bisa melaksanakan pelayanan seratus persen,” ungkapnya.

Sedangkan terkait makanan, lanjutnya sudah lumayan pelayanannya, namun para jamaah haji biasanya diberikan sarapan, tetapi saat makan siang hari, akibatnya jamaah haji terkena diare, dan kita harus objektif menilai itu semua.

Sementara untuk calon jamaah haji yang tidak bisa berangkat tahun ini, khususnya bagi calon jamaah haji yang diberangkatkan melalui ONH plus, namun tidak jadi berangkat, “inilah yang terjadi di NTB, karena rata-rata travel pemberangkatan melalui ONH plus di NTB tidak memiliki izin, travel-travel ini beroprasi di NTB hanya sistem sub saja artinya pusat travel tersebut ada di Jakarta dan inilah yang bermasalah sehingga tidak bisa memberangkatkan calon jamaah haji yang bersangkutan,” jelasnya.

“Hal ini menjadi beban psykologi mereka, karena sudah melaksanakan syukuran bersama keluarga dan masyarakat lantas tidak jadi berangkat,” ungkapnya.

Ditegaskannya, kepada Kementrian Agama untuk memanggil dan menindak para travel-travel ONH plus secara hukum. Karena menelantarkan dan tidak memberangkatkan para calon jamaah haji khususnya dari NTB, “bahkan janji travel tersebut akan memberangkatkan pada tanggal dan nomor GA penerbangan toh juga tidak jadi di berangkatkan,” jelas anggota DPD RI HL. Supardan.

(Laporan : Zam | Loteng)

Bagikan :