HL PUTRIE: Tiga Zona Pengembangan Destinasi Wisata Loteng

MATARAMnews (Loteng) – Sadar bahwa daerahnya menjadi destinasi tujuan wisata baik domistik dan internasional di Lombok, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui Dispudpar Loteng terus berbenah dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

{xtypo_info} Foto : Kadis Budpar Loteng, HL Putrie SPd MPd {/xtypo_info}

Kadis Budpar Loteng, HL Putrie SPd MPd, kepada MataramNews (21/11/2011) di kantornya mengatakan, bahwa ada tiga zona pengembangan destinasi wisata Loteng, pertama wilayah utara yang dijadikan sebagai agrowisata dan pusat buah-buahan serta tarcking ke Gunung Rinjani, kedua wilayah tengah yang dijadikan sebagai sentra kerajinan tenun dan adanya wisata kuliner kota terapung yang sedang dibangun di bendungan Batujai yang letaknya di pusat kota, serta ketiga zona selatan yang dijadikan sebagai pusat wisata pantai.

Dijelaskan, pengembangan wisata kota terapung, terinspirasi dari salah satu kota yang ada di Australia pada saat melakukan studi banding. “Ini yang akan kami kembangkan di Loteng,” ungkapnya. Sedangkan untuk zona selatan dengan keindahan potensi pantai yang ada, kita jadikan sebagai pusat wisata pantai. Secara menyeluruh ketiga zona ini akan kita sinergikan agar saling menudukung dan menunjang dari berbagai aspek kedepan. Seperti zona utara bisa mensuplai kebutuhan-kebutuhan wisatawan yang ada di zona tegah dan selatan, demikian juga zona-zona yang lain.

Presiden SBY lanjut Kadis Budpar Loteng, saat menyaksikan secara langsung para investor menandatangani MoU untuk menanamkan modalnya di wilayah zona selatan ini, menurut informasi para investor akan menanam sahamnya sekitar Rp 27 Triliun. “Jadi kalau kita kembangkan wisata di Loteng ini dan tidak akan menutup kemungkinan pusat wisata di NTB dan secara umum di kawasan Indonesia Timur ada di Loteng,” katanya optimis.

“Untuk menunjang dalam membangun wisata di Loteng kita akan bersinergi dengan semua pihak dan harus bertanggung jawab menciptakan suasana kondusif, sehingga bisa tercapainya sapta pesona ini,” tegas Putrie

Terkait soal kondisi keamanan terutama di tempat-tempat wisata, Putrie mengatakan bahwa ini merupakan prioritas utama yang menjadi tanggungjawab bersama yang harus kita jaga, terutama pihak Kepolisian harus meningkatkan penjagaan sehingga keamanan tetap kondusif di Loteng.

“Kita sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan bersama, seperti di Bandar Internasional Lombok (BIL) banyak yang mengisukan masalah keamanan, kebersihan dan yang lainnya, setelah di kroscek ke BIL dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, ternyata masih kondusif,” tegas Kadis Budpar.

Bahkan kalaupun ada tindakan yang dapat meresahkan keamanan area BIL, Kadis Budpar Loteng minta untuk segera melaporkan kepada pihak Kepolisian yang sudah menempatkan anggotanya dibebrapa titik di area BIL, bahkan pihak kepolisian telah membuat pos-pos pengamanan yang berjarak sekitar 5 Km di jalan baypass.

“Jika ada gangguan keamanan terhadap tamu, baik yang datang maupun yang keluar dari BIL, agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kemanan yang sudah disiapkan di pos-pos keamanan, jika diperlukan akan diberikan pengawalan. Kami sangat prihatin jika ada oknum-oknum yang dengan sengaja menyebarkan isu-isu terkait masalah kemanan, padahal pada kenyataannya tidak ada,” ungkap Kadis Budpar HL. Putrie.

(Laporan : Zam | Loteng)

Bagikan :