PGRI Kecamatan Gangga Gelar Workshop Selama Tiga Hari

KLU-Mataram News – Workshop yang di gelar selama tiga hari dari tanggal 1 sampai dengan 3 Nopember ini bertemakan, “Pengembangan Lesson Study Berbasis Karakter Bangsa Dan Penilaian Kinerja Guru (PKG) Blockgrent 2011 yang di selenggarakan di SDN Gangga.

Panitia pelaksana kegiatan Workshop, Moh Hasan,S Pd, dalam laporannya menegaskan bahwa tuntutan masyarakat terhadap kualitas peserta didik yang mengharuskan guru untuk lebih terkonsentrasi dalam rangka meningkatkan kinerjanya secara propisional. Guru juga di tuntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, kata Hasan. Terkait dengan study berbasis karakter bangsa dan penilaian kinerja guru, merupakan suatu keharusan sebagaimana ditegaskan dalam ketentuan pemerintah melalui pendidikan.

Menurut Hasan, ada 8 standart metode pendidika antara lain, proses pendidikan, apakah secara pendekatan atau bagaimana. Kemudian yang kedua adalah kompetensi standar kelulusan, (SKL). Ketiga adalah Standart pendidikan pendidik (Guru) yang di haruskan Strata 1 (S1). Selanjutnya adalah sarana dan prasarana dan seterusnya.

Sekdis Dikpora KLU, Sukasman,S Pd dalam arahannya mengungkapkan sejumlah 18 poin karakter bangsa yaitu, Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kereatif, Mandiri, Demokrasi, Rasa ingin tahu, Semangat kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai perestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan dan Peduli social.

Salah satu contoh pada poin terkait dengan karakter ini misalkan, lanjut Sukasman, Relijius yang di maksud ,adalah sikap dan prilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang di anutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Indikator sekolah adalah merayakan hari-hari besar keagamaan. Memiliki fasilitas yang dapat di gunakan untuk beribadah. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. Sementara indicator kelas yaitu Berdo’a sebelum pelajaran dimulai. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan ibadah, dan lain sebagainya. Ke 18 poin ini merupakan acuan guru sebagai pendidik, ungkap Sukasman didepan sekitar 36 peserta workshop.

Ia, juga menyinggung soal ketentuan liburkan anak didik terkadang belum ada ketegasan dari dinas Dikpora maupun kalender pendidikan. Seharusnya hal itu tidak terjadi sebagaimana yang terjadi pada tanggal 1 Muharram 1433 hijriah baru-baru ini. Belum ada perintah dari yang lebih berwenang, siswa  sudah di perintah untuk libur. Ini jangan sampai terjadi lagi. Barang kali kita semua sudah sama-sama sering mengikuti workshop, seminar,diklat dll. Akan tetapi ketika sudah dalam dikelas,kesemuanya itu sering terlupakan. Contohnya pada saat ulangan, sering kali guru malas memeriksa dan bahkan ulangan di peti eskan. Unsure subyektifitas sangat dominan dalam memberikan nilai lebih baik dari siswa yang lebih mampu.

Di akhir arahan Sekdis Dikpora KLU yang di damping KCD Gngga, Furkan, SPD dan beberapa pengwas, acara workshop resmi dibuka yang di dilanjutkan dengan pemaparan materi dari panitia pelaksana.