Kawin Lari Tidak Direstui, Situasi Sempat Memanas

LOTENG, MataramNews – Buntut dari permasalahan perkawinan yang tidak di restui sama keluarganya, perempuan bernama Eny Zofana Soleha usia 17 tahun yang beralamat di Desa Dasan Tapen Lobar, walaupun sudah dibawa lari dari rumahnya dan akhirnya dipisah melalui proses yang panjang, bahkan sempat kedua calon pengantin di amankan di polres Loteng untuk antipasi terjadinya perkelahian antara keluarga kedua belah pihak.

Menurut informasi kasus ini berawal pada saat keluarga perempuan mendatangi rumah lelaki bernama Nengah Suhendra 23 tahun agama Hindu beralamat di dusun Karang Kubu Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata Loteng, dengan tujuan mencari anaknya Eny Zofana, namun tidak menemukan anaknya di rumah tersebut. Bahkan sempat terjadi pelemparan batu sehingga atap dan jendela rumah Nengah Suhendra mengalami kerusakan, namun tak ada perlawanan dari pihak keluarga Nengah Suhendra.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak polsek Pringgarata menerjunkan anggotanya untuk berjaga-jaga di dusun Karangkubu Desa Bilebante sampai situasi aman. Pada saat pertemuan di gelar untuk menyamakan persepsi kedua belah pihak yang bertempat di aula kantor Desa Bilebante, dalam pertemuan tersebut hadir Kades Bilebante, kadus karangkubu, pihak keluarga Nengah Suhendra, Kades Dasan Tapen, kadus Dasan Tapen, pihak keluarga Eny Zopana, dan di mediasi oleh kapolsek Pringgarata.

Setelah dicapai kesepakatan antara kedua belah pihak pada saat itu juga calon pengantin tersebut di jemput ke polres Loteng oleh perwakilan kedua keluarga yang dikawal aparat kepolisian. Pada saat sampai di kantor Desa Bilebante calon pengantin tersebut dipisah dari atas mobil calon pengantin laki-laki di turunkan, terdengar tangisan perpisahan si perempuan histeris dari atas mobil karena di pisah langsung. Sedangkan si cowok terlihat sedih dan termenung sambil mengusap air matanya yang bercucuran karena dipisah dan tidak di restui kawin sama si perempuan tersebut.

Kapolsek Pringgarata IPTU Masykur, S.Sos pada saat dimintai keterangannya di kantor Desa Bilebante mengatakan “Terkait dengan permasalahan perakawinan ini bukan hanya pada saat ini saja, melainkan ini yang kedua kalinya untuk dipisah sama keluarganya si perempuan, ungkapnya. Dan setelah dipisahkann mereka saling mencari sehingga ketemulah dijalan dan kembali kawin lari. Jelasnya.

Sedangkan pihak keluarga si perempuan mengira anaknya disembunyikan di dusun Karangkubu Desa Bilebante sehingga pihak keluarga mendatangi rumah Nengah Suhendra, ujarnya. Sementara anak ini tidak berani pulang ke rumahnya di Karangkubu dan menyembunyikan si perempuan tersebut di keluarganya di Mataram, terangnya. Bahkan sempat terjadi pelemparan dari pihak keluarga perempuan yang ramai-ramai datang ke rumha Nengah Suhendra, sedangkan kelurag perempuan tidak ada reaksi terhadap pelemparan yang dilakukan oleh keluarga perempuan, ungkapnya.

Dan juga keluarga Nengah Suhendra, juga tidak menyetujui karena sudah ada peringatan pertama, jelasnya. Dan semua pihak kami undang untuk menyepakati apa yang menjadi poin-poin kesepakatan dan kami dari pihak kepolisian tetap akan memantau situasinya bahkan patroli juga terus kita lakukan, ujar IPTU Masykur, S.Sos

Sementara itu Kades Bilebante Rokyatulliwaudin, S.Pd mengatakan “Berdasarkan apa yang disepakati oleh kedua belah pihak keluarga, dan pihak keluarga perempuan mau anaknya kembali dan menerimanya dengan kondisi apapun, ungkapnya. Seperti bunyi kesepakatan yang sudah dibuat dalam berita acara tanggal 1/12/2011 oleh kedua belah pihak yang bunyinya antara lain satu berdasarkan permintaan pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki bersedia mengembalikan si perempuan tersebut kepada keluarganya.

Dua keluarga perempuan bersedia menerima anaknya dalam kondisi apapun, dimana anak tersebut sedang hamil empat bulan. Tiga apabila si perempuan kembali lagi kepada si laki-laki tersebut maka keluarga si laki-laki harus melaporkan hal tersebut pada aparat setempat, beber Rokyatulliawaudin, S.Pd.

Bagikan :