Konflik Papua, Kontras Datangi Mabes Polri

Jakarta, MataramNews – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS),  Senin (5/12) mendatangi Mabes Polri. Ini, menysul konflik yang terjadi di Papua akhir-akhirnya ini yang membawa banyak korban, terutama warga sipil.

Koordinator KontraS, Hari Azhar mengatakan, pertemuan dengan sejumlah petinggi Polri tersebut membahas konflik yang terjadi di Papua akhir-akhir ini, terutama pembantaian terhadap warga sipil. Seperti, yang terjadi saat akhir Kongres Rakyat Papua III yang beralngsung pada 17-19 Oktober 2011 lalu. Menurut, Haris, saat polisi membubarkan paksa acara kongres itu telah terjadi tindak kekerasan. Dimana, Forkorus Yaboisembut selaku Presiden Papua Barat yang diangkat berdasaran hasil kongres itu disiksa. Ia dijemput dengan mobil dan dibawa ke Mapolda Papua. Forkorus mengaku disiksa dan tidak diberi makan.

Disebutkan Haris kepolisian jangan tebang pilih dalam menyelesaikan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Papua. Sebab, beberapa kasus kematian dari sejumlah orang Papua yang lamban diusut, padahal untuk kasus yang mengorbankan anggota kepolisian dengan cepat diselesaikan. “Polri harus professional,” sebutnya.

Menurutnya, telah banyak temuan baik dari Komnas HAM maupun korban yang mengadukan pada Kontras terkait kekerasan di Papua. Namun, itu tak cukup untuk menjerat para pelaku kekerasan dari institusi Polri. “Banyak kita ketemu korbannya, itu bukti. Korban kan juga bagian dari saksi dan alat bukti. Bahwa polisi dan TNI itu berdasarkan temuan kita telah melakukan kekerasan, meskipun mereka juga jadi korban kekerasan,” jelasnya.

Beberapa kasus kekerasan di Papua, harusnya bisa membuat pemerintah membuka mata. Polisi dan warga Papua, kata Haris, sama-sama telah menjadi korban dalam konflik tersebut. Ia menyatakan sangatlah keliru solusi dari pemerintah yang menurunkan kekuatan militer di Papua, karena hal tersebut tidak membantu meredam situasi. “Kita sudah sampaikan jangan ada sekuritisasi. Di Papua itu harus ada dialog. Cuma tidak pernah direspon,” ungkap Haris.

Bagikan :