- advertisement -

DIKENAL ‘low profile’, lebih banyak bekerja ketimbang banyak bicara. Inilah sosok H Lalu Azhar, kelahiran desa Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Selain lama berkecimpung di birokrasi, Ia dikenal berbagai kalangan karena kiprah pengabdiannya untuk masyarakat.

Sosok Drs H Lalu Azhar MPdI hingga kini, dipercaya memegang pucuk pimpinan Ketua Yayasan Ponpes Qamarul Huda Bagu, bukan karena orang internal pendiri Ponpes alias keponakan dari TGH LM Turmudzi Badarudin. Namun, peran pengabdiannya yang mengutamakan nilai-nilai sosial di masyarakat itulah dirinya diberikan amanah untuk membawa Ponpes Qamarull Huda menjadi besar dan terkenal seperti sekarang ini.

H Lalu Azhar, sejak usai mengenyam pendidikan di tingkat SMA, mengabdikan diri menjadi staf desa di Bagu, masuk di birokrasi menjadi PNS, kala itu, dipercaya menjalankan jabatan Pjs Kepala Desa (Kades) Bagu. Setelah itu, ia kembali bertugas di kantor Kecamatan sebagai PNS.

Dalam perjalanan karir sosok H Lalu Azhar. Pada Pemilukada Lombok Tengah 2010 lalu, pernah mencalonkan diri menjadi Cawabup Loteng mendampingi HL Zulkarnaen yang disebut NAZAR, hingga menempuh Pemilukada putaran kedua, ia harus mengakui belum bisa menembus kekuatan lawan politiknya kala itu.

Dengan semangat pengabdian untuk masyarakat, pada pemilu legislatif 2014 ini, Drs H Lalu Azhari MPdI, ikut berkompetisi untuk bisa meraih kursi wakil rakyat di DPRD NTB melalui kendaraan Partai Kebangkitan bangsa (PKB) nomer urut 4, Dapil 8 Lombok Tengah.

Prestasi Drs. H. Lalu Azhar, M.PdI

Beberapa penghargaan diterima Drs H Lalu Azhari MPdI dari beberapa Universitas di AS diantaranya, gelar DR (HC) diterima dari Universitas California pada tahun 2001 atas prestasi dalam penelitian dan pengembangan usaha pengrajin pembuatan genteng dengan melaksanakan pembinaan berkelanjutan kepada masyarakat di Dusun Sempoja dan Kumbung. Dengan pembinaan tersebut perekonomian masyarakat meningkat, bahkan produksi genteng yang dihasilkan dikirim ke luar daerah.

Sedangkan penghargaan gelar PhD diberikan dari Harvard Internasional AS pada tahun 2004 atas presti terbangunnya nilai-nilai sosial di tengah masyarakat dan tidak pernah terjadinya konflik di tengah masyarakat desa Bagu.

“Sejak dulu, kami diajarkan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, baik itu di kelembagaan masyarakat maupun di birokrasi. Apalagi dengan adanya Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu ini yang bergeraka dibidang pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan”, terang H Lalu Azhari.

Sisi lain, keberadan lembaga pendidikan di bawah asuhan Ponpes Qamarul Huda ini, diakui mampu meningkatkan SDM dan IPM khususnya di Lombok Tengah. Diketahui bersama, dulu IPM Lombok Tengah lebih rendah dari daerah lain. “Untuk meningkatkan SDM di Loteng dan NTB secara umum merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga dengan adanya Ponpes dan lembaga pendidikan ini merupakan bagian dari bentuk tanggungjawab kita dalam meningkatkan SDM. Apalagi di lembaga pendidikan diberikan ilmu pendidikan umum dan agama. Tanpa pendidikan masyarakat merasa kesulitan dalam mengembangkan diri”.

Ribuan alumni Ponpes Qamarul Huda Bagu telah tersebar ke berbagai pelosok desa di Loteng bahkan di daerah lainnya, untuk mengabdi ditengah masyarakat terutama menjadi pendidik ataupun pendakwah di daerah masing-masing. Sesuai dengan visi dan misi yaitu pengabdian kepada masyarakat, memajukan lembaga pendidikan otomatis meningkatkan SDM.

Dengan keberadaan lembaga pendidikan Ponpes Qamarul Huda Bagu yang dipimpinya, berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama di desa Bagu dan sekitarnya. Misalnya, di dusun Sempoja dan Kumbung, dengan pembinaan yang diberikan yayasan terhadap pengolahan produksi genteng kepada masyarakat, dimana sebelumnya pengelolaan genteng secara tradisional, setelah diberikan pembinaan menggunakan teknologi pengelolaan genteng, menghasilkan hasil produksi berkualitas, sehingga diminati konsumen baik dalam maupun luar daerah. Dampaknya, ekonomi masyarakat menjadi meningkat signifikan.

 

Ingin Berbuat Lebih untuk Kepentingan Masyarakat Loteng

Belum merasa cukup membantu kepentingan masyarakat melalui Ponpes, sosok H Lalu Azhar ingin berbuat lebih lagi untuk menguatkan kepentingan masyarakat di legislatif, dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD NTB. Karena, dengan menduduki kursi di legislatif, kebijakan pemerintah terutama yang tidak tersalurkan untuk masyarakat Lombok Tengah bisa terakomodir dan terealisasi dengan baik.

Harapannya, peningkatan semua sektor bisa lebih baik, terutama sektor pendidikan, perekonomian masyarakat harus terus diperhatikan. “Apalagi dengan berkembangnya sektor pariwisata di Loteng, selain berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, namun juga harus mempertahankan budaya dan tradisi”, katanya.