Perihatin, Murid SDN 3 Senaru Belajar Tanpa Meja dan Kursi

MataramNews –  Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Senaru, Kecamatan Bayan, sangat memperihatikan. Sejak berdiri tahun 1985 hingga kini, hanya satu kali mendapat bantuan, itupun hanya rehab kelas saja dan sampai sekarang belum ada masuk bantuan lagi, kecuali Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ), padahal pihak sekolah sendiri sudah beberapa kali mengajukan permohan, namun tidak pernah mendapat respon dari Pemerintah KLU ataupun Dikpora.

{xtypo_info}FOTO: Guru dan Murid SDN 3 Senaru, Bayan, Lombok Utara, melakukan proses belajar mengajar tanpa meja dan kursi{/xtypo_info}

 

“Kami sudah dua kali mengusulkan dengan proposal, agar sekolah ini mendapat perhatian dari pemerintah, namun hingga saat ini belum ada respon dari instansi terkait, sehingga terpaksa anak-anak kami belajar diruangan sempit tanpa ada meja dan kursi,” ungkap Kepala SDN 3 Senaru,  Rusnan, S.Pd. di ruang kerjanya, (3/10/2011).

Dikeluhkan Ruslan, melihat kondisi belajar anak didik dengan tanpa meja dan kursi sangat memperihatinkan, lebih prihatin lagi melihat minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah tempat kami mengajar, padahal sekolah ini sering mendapat kunjungan dari pihak Dikpora.

Ditanya soal ruang belajar, dijelaskan Rusnan, bahwa dari 178 siswa dengan enam kelompok belajar yang ada, hanya memiliki empat ruang kelas, ditambah dengan satu ruang untuk kantor guru dan kepala sekolah. “Karena ruang belajar kurang ,sehingga kami menggunakan ruang perpustakaan untuk ditempati oleh siswa kelas 3 tanpa meja dan kursi, sedangkan untuk kelas satu dan dua, kami gabung menjadi satu dengan sistim bergantian,” jelasnya.

Nasoan, S.Pd, salah seorang guru di sekolah itu mengaku, pemerintah tebang pilih dalam memberikan bantuan, karena bantuan yang diberikan lebih banyak kepada sekolah yang sudah memiliki bangunan yang cukup, sementara masih banyak sekolah yang memperihatinkan seperti sekolah yang masih kekurangan meja dan kursi, jarang tersentuh bantuan.  “Kok bangunan sekolah yang sudah bagus yang banyak dibantu pemerintah, sementara sekolah yang kondisinya memprihatinkan jarang dilirik,” keluhnya.

Sementara, Kepala UPTD Dikbudpora KLU, Drs Sahibudin, saat dihubungi via ponsel menegaskan kepada semua sekolah yang ada di Kecamatan Bayan, untuk segera membuat proposal, dan dikirim ke Dikbudpora Provinsi NTB.

 

Laporan: Raden Dedi | Lombok Utara)

Bagikan :