Ajak Jaga Stabilitas Politik, Bung Nuri: Kita Bersaudara, Harus Saling Hormati

H. Subuhunnuri caleg DPR RI dari PAN nomor urut 5 dapil NTB II Pulau Lombok (kopiah, baju kaos putih), didampingi istri, Sri Muamalah (caleg DPRD Kota Mataram dari PAN nomor urut 3 dapil Kecamatan Mataram), usai konsolidasi bersama Sahabat Bung Nuri (SBN) se-NTB, di Mataram, kemarin

MN, MATARAM — Pesta demokarsi pemilu serentak 17 April 2019 sudah dekat. Tidak hanya ditingkat pusat, tensi politik di tingkat daerah pun mulai hangat. Situasi politik jelang pemilu ini menjadi atensi tokoh pemuda asal Lombok, H. Subuhunnuri (Bung Nuri).

“Mari kita jaga stabilitas politik, dengan berpolitik santun. Saling menghormati pilihan masing-masing. Tidak saling mencaci maki, apalagi dengan ujaran kebencian,” ajak caleg DPR RI dari PAN nomor urut 5 dapil NTB II Pulau Lombok, H. Subuhunnuri, saat menggelar konsolidasi bersama Sahabat Bung Nuri (SBN) se Lombok, di Mataram, kemarin.

Bung Nuri juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong atau hoax. Menurutnya, penting melakukan pendekatan politik pada masyarakat, terutama yang jarang atau tidak selalu mengakses informasi melalui media sosial.

“Jadi bagaimana kita menerima informasi. Pemilih juga semestinya harus mendapatkan pendidikan politik yang baik,” ujar pencetus slogan “Yang Penting Rakyat Senang” itu.

Bung NuriSri Muamalah

Sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) berbasis nasionalis dan religus, dia ikut melaksanakan tugas partai dengan membangun komunikasi politik yang baik. Salah satunya dengan cara dekat dengan masyarakat, untuk mendengarkan aspirasi mereka.

“Kalau mau jujur, kondisi di tengah masyarakat relatif kondusif. Kalo di dunia maya sih (medsos) mungkin iya begitu. Seolah saling serang, adu argumentasi untuk mempertahankan pendapatnya,” ucap Nuri.

Menyinggung soal pilihannya pada pilpres, suami dari Sri Muamalah (caleg DPRD Kota Mataram dari PAN nomor urut 3 dapil Kecamatan Mataram) ini, menegaskan tetap patuh dan taat atas keputusan partai. Namun, dia membebaskan pasukannya menentukan pilihan politik masing-masiing.

Bung Nuri berharap, terutama seluruh pendukung dan relawannya untuk ikut menjaga stabilitas politik di wilayah masing-masing. Menyalurkan informasi yang akurat, tidak menyebar hoax. Terpenting lagi tidak saling menjelekkan.

“Kita ini saudara, harus saling menghormati,” tandasnya. –(mn-03)

Bagikan :

1 KOMENTAR

Comments are closed.