Menu
Senin, 17 Desember 2018 | 5:48:58 am

Sound of Humanity: Persembahan Jazz untuk Kemanusiaan

Sound of Humanity: Persembahan Jazz untuk Kemanusiaan

MN, MATARAM --Event Mataram Jazz&World Music Festival 2018, kolaborasi musisi jazz nasional dan lokal akan menghibur warga dan pada khususnya para pecinta musik jazz.

Acara yang bertajuk "Sound of Humanity" ini akan digelar di Lapangan Sangkareang. Tepat di pusat kota, pada Sabtu hingga Minggu, 8-9 Desember 2018 besok.

Dipilihnya lokasi tersebut, agar memudahkan seluruh masyarakat hadir menyaksikan event yang dihajatkan sebagai bagian kampanye "MoveOn" setelah Lombok didera bencana gempa.

Ketua Panitia Mataram Jazz& World Music Festival 2018, Imam Sofian mengatakan kegiatan ini dirancang oleh para seniman yang sekaligus relawan.

Pada saat gempa terjadi, para seniman ini terlibat menjadi relawan. Mereka menyalurkan bantuan logistik, membangun rumah hunian sementara, memberikan trauma healing, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Hingga hari ini pun kegiatan mereka membantu para korban masih tetap dijalankan.

"Refleksi pengalaman menjadi relawan itu memotivasi kami untuk menggelar event ini," ucapnya di Mataram, Senin (3/12/2018).

Disebutkannya bahwa event Jazz&World Music Festival 2018 ini merupakan yang ketiga kali digelar. Kali ini mengambil lokasi di Kota Mataram. Kegiatan ini sendiri mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah Kota Mataram.

Dalam event ini, panitia yang tergabung dalam Bandini Production menghadirkan musisi dari dalam dan luar Kota Mataram.

Musisi yang hadir adalah Tohpati Ethnomission (jakarta), Jason Ranti (Jakarta), Dua Drum (Jakarta)Astrid Sulaiman Quartet (Ubud), Jazz Muda Indonesia feat Agis Kania (Jakarta) Ary Juliant (Mataram), Sura Dipa (Mataram), Cerita Fatmawati (Jakarta), Jazz Double Quartet / Jadeq (Mataram), Sambava (Sumbawa), Neo Decker (Mataram), Pesawat Kertas (Mataram) One & Flower (Mataram), Don’t Tell Mom (Mataram), Pelita Harapan Jazz Project feat JKR (Mataram).

"Komitmen awal kami setiap menghelat acara selalu memberi panggung bagi musisi NTB," terang Imam.

Sementara itu, GM Hotel Santika Mataram, Reza Bovier menyambut baik kegiatan Mataram Jazz&World Music Festival 2018. "Kami menyambut baik event ini, karena sudah waktunya mari kita moveon untuk melangkah terus," ujarnya.

Tidak itu saja pemerintah Kota Mataram sendiri menyebut Mataram Jazz& World Music Festival 2018 ini, merupakan kelanjutan dari berbagai program untuk pemulihan pasca gempa itu.

Menurut Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, festival ini juga menjadi ajang reuni bagi para relawan, pegiat kemanusiaan, dan semua pihak yang terlibat sejak awal gempa hingga pemulihan pasca gempa.

"Relawan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, lembaga kemanusiaan, dan semua yang terlibat sejak awal gempa rasanya perlu kita kumpul bersama dalam suasana santai. Nah event inilah yang menjadi ajang kita kumpul bersama," katanya.

Beberapa pertemuan semua relawan dan pihak yang terlibat dalam penanganan gempa sudah beberapa kali bertemu. Tapi pertemuan itu dalam suasana formal.

Pertemuan itu banyak membahas langkah-langkah penanganan pasca gempa. Mohan menginginkan, pertemuan kali ini dalam suasana santai. Pertemuan ini lebih banyak mendengar cerita para relawan di lapangan. Pertemuan ini juga mempertemukan para korban gempa dan para relawan.

"Kita silaturahmi, ngobrol santai sambil menikmati hidangan musik jazz," kata Mohan.

Melalui kesempatan ini Mohan mengundang seluruh relawan, lembaga kemanusiaan, aparat pemerintah yang sejak awal membantu korban gempa agar bisa hadir.

Juga mengundang para pecinta jazz dan seluruh warga Kota Mataram dan sekitarnya untuk datang menonton karena selain bisa menyaksikan penampilan para musisi jazz, penonton juga bisa melihat stand-stand bazar di sekitar lokasi. --(mn-07)

Selanjutnya di kategori ini: « Geisha, Slank dan Iwan Fals Guncang Praya
^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :