Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:15:20 am

Kaum Perempuan Mataram Dilatih Bikin Karya Tas dari Batok Kelapa

Kaum Perempuan Mataram Dilatih Bikin Karya Tas dari Batok Kelapa

MATARAM - Salah satu kegiatan Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Kota Mataram, memberikan pelatihan untuk menambah salah satu karya bagi kaum perempuan. Diharapkan bisa menambah penghasilkan keluarga.

“Mudah-mudahan dari pelatihan ini, bisa menambah karya kaum perempuan Kota Mataram, dan bisa dipasarkan di masa-masa mendatang, sehingga bisa menambah penghasilan bagi keluarga”, kata Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana, pada acara Pelatihan Tas Dari Batok Kelapa di Sekretariat GOW Kota Mataram, Selasa 5 September 2017, kemarin.

Istri Wakil Wali Kota Mataram ini berharap ketrampilan yang diberikan pada pelatihan tidak hanya sampai di sini saja. Setelah mengikuti pelatihan diharapkan ketrampilan yang diperoleh dapat dibagikan kepada kaum perempuan lain di organisasi masing-masing.

Ia juga berharap kedepan Dinas Instansi terkait dapat terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan GOW Kota Mataram melalui berbagai kegiatan yang melibatkan organisasi-organisasi wanita se-Kota Mataram, baik melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan atau bantuan kerjasama kemitraan lainnya.

Sehingga, menurutnya, GOW yang mewadahi 21 organisasi wanita se-Kota Mataram dapat berkontribusi positif dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya kaum perempuan di Kota Mataram. Ditambahkan pula agar selanjutnya Dinas Perindustrian Kota Mataram untuk dapat memberikan fasilitas dan bimbingan kepada peserta yang belum paham mengenai pelatihan ini.

Sementara itu turut hadir pada kegiatan pelatihan tersebut diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Mataram Hj. Dewi Mardiana Ariany, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram Hj. Herlina Eko Saswito, dan Ika Asni Susanti pemilik Bale Creative yang juga merupakan narasumber pada acara tersebut.

Pelatihan pembuatan tas dari batok kepala yang dikombinasikan dengan kain songket khas Lombok dibimbing langsung oleh narasumber Ibu Ika Asni Susanti, pemilik Bale Creative. Ibu Ika juga menambahkan bahwa pembuatan tas dari kain songket khas Lombok dan batok kelapa ini adalah yang paling mudah dikarenakan terbatasnya waktu pelatihan yang hanya dilaksanakan satu hari saja.

“Untuk tas-tas yang model lain bisa membutuhkan waktu sekitar 4-7 hari”, jelasnya.

Menurut Ika, kerajinan batok ini baru pertama ada di Indonesia dan yang pertama ada di Lombok. Ide pembuatan tas balok ini berawal saat beliau tinggal di Kota Blitar Jawa Timur. Bale creative sendiri baru berdiri Empat Tahun yang lalu dengan mempekerjakan 15 orang pengrajin yang merupakan ibu-ibu lingkungan Majeluk. Beliau berharap dengan pelatihan-pelatihan semacam ini bisa menambah kreativitas perempuan Kota Mataram.

Selain itu dirinya juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Mataram atas segala bentuk kreativitas masyarakat, karena diyakininya dapat menunjang pariwisata di Kota Mataram.

(r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik