Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 4:43:12 am

Sempat Memanas, Paripurna Dewan Loteng Lanjutkan Pembahasan Pinjaman ke PT SMI

Sempat Memanas, Paripurna Dewan Loteng Lanjutkan Pembahasan Pinjaman ke PT SMI

LOTENG - Rapat Paripurna anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng), Pembahasan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 79 miliar untuk pembangunan pasar Jelojok Kopang, Loteng, berlangsung tidak kondusif.

Dalam rapat yang di gelar Kamis (27/11/2017), masing-masing dari anggota DPRD mengutarakan keinginannya apakah rapat Paripurna dilanjut atau tidak.

Ketua Fraksi PBB, HL Arif Rahman Hakim mengataan pihaknya tetap menolak pembahasan pinjaman ke PT SMI. "Bila dilanjut juga, kami fraksi PBB tidak akan masuk dalam pansus,” tegasnya.

Tidak hanya fraksi PKS, Demokrat, PKB pun menolak pembahasan pinjaman itu dilanjut. Karena, pinjaman itu dianggap belum urgen untuk dilakukan. Apalagi, itu untuk pembangunan pasar Jelojok yang baru-baru ini selesai dilakukan rehab.

Namun perang argumen terus terlihat dari sejumlah anggota DPRD yang hadir. Begitu pula, hujan itrupsi terus dilayangkan oleh salah satu pimpinan, Ahmad Ziadi. Dimana, ia tidak setuju pembahasan itu dilanjut.


Setelah, puluhan anggota DPRD saling perang argumen, pimpinan rapat yang dipimpin, H Ahmad Fuaddi FT mengambil sikap dengan bertanya kepada semua anggota DPRD Loteng yang hadir, apakah sidang dilanjut atau tidak. Namun, demikian hanya sebagian besar pendapat yang menolak rapat paripurna pembahasan pinjaman ke PT SMI dilanjutkan. Artinya lebih banyak setuju rapat paripurna dilanjut.

“Karena pendapat yang setuju lebih banyak, maka rapat paripurna kita lanjutkan,” ungkap Ketua DPRD Loteng sekaligus pimpinan sidang H Ahmad Fuaddi FT.

Sementara, setelah ada keputusan sidang paripurna pembahasan pinjaman ke PT SMI dilanjut, Wakil Bupati (Wabup) Lalu Pathul Bahri membacakan sambutannya.

Wabup Pathul mengatakan, sebagaiman yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021, visi pembangunan adalah terwujudnya masyarakat Loteng yang beriman, sejahtera dan bermutu (BERSATU).

Hal ini pula kata Wabup Pathul, diwujudkan melalui lima misi pembangunan dan misi yang ketiga itu mendorong kemajuan ekonomi daerah dan kemakmuran masyarakat melalui perkuatan struktur ekonom,i masyarakat dengan dukungan stabilitas kamtibmas.

Berdasarkan misi tersebut dirumuskan berbagai kebijakan yakni struktur penguatan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam. Dalam upaya mendukung proses terbentuknya pengembangan perekonomian daerah menghadapi era persaingan bebas, maka kelangkapan sarana dan prasarana dari berbagai bidang merupakan suatu syarat mutlak yang harus ada dalam mendukung proses perkembangan perokonomian daerah.

Ketersedian sarana dan prasaran dimaksud berupa penyedian kelengkapan sarana perdagangan, dimana pembangunan pasar tradisional modern salah satu sarana yang paling terutama. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang.

Jadi pembangunan pasar modern tidak akan mengurangi kearifan lokal suatu daerah. Bahkan begitu penting fungsi pasar terhadap perkembangan daerah dalam bidang perekonomian, maka pemerintah daaerah sebagai pegambil kebijakan melalukan kajian supaya potensi pasar agar dapat dikembangkan dengan baik.

Kemudian, wilayah Kopang memliki potensi yang besar dalam mengembangkan pasar tradisional modern dari salah satu pasar yang ada di Loteng, yakni pasar Jelojok. Apalagi, pasar tersebut berada di kawasan strategis.

Dalam penataan pula akan dilakukan pemisahan antara pasar basah, kering dan area pasar. Zona pertama terdiri dari pasar seni, kuliner, zona dua untuk los pasar dan zona tiga khusus untuk kios-kios, keempat kantor dan mushola. Sehingg pihaknya berharap ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan bisa meningkatkan PAD daerah yang bersumber dari retribusi pasar.

“Inilah yang menjadi dasar pembangunan pasar Jelojok. Dimana rencana pembangunan telah dianggarakan pada RAPBD tahun 2018 dengan dana sebesar Rp 79 miliar yang direncanakan bersumber dari pinjaman daerah dari PT SMI,” Tegas Wabup

(mn-08/r3)

^ KEMBALI KE ATAS