Menu
Minggu, 22 Juli 2018 | 6:20:21 pm

Ekonomi NTB Harus Bebas dari Transaksi Gelap

Ekonomi NTB Harus Bebas dari Transaksi Gelap

MATARAM - Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi menegaskan bahwa ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus bersih dari transaksi gelap. Ekonomi NTB harus tetap tumbuh positif dari proses transaksi-transaksi yang sehat, baik dari kemajuan sektor andalan yakni pertanian, pariwisata dan industri manufaktur lainnya maupun usaha jasa dan perdagangan yang ada di NTB.

“Ekonomi kita tidak boleh tumbuh dari transaksi-transaksi underground, seperti transaksi narkoba dan transaksi-transaksi lainnya yang bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia,” tegas Gubernur yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dengan lembaga keuangan lainnya serta para pelaku usaha di Gedung Serba Guna Bank Indonesia, Kota Mataram, Kamis (21/12/2017).

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari para pimpinan pelaku industri keuangan se-NTB, bupati/walikota se-NTB, Forkompinda Provinsi NTB, Gubernur menjelaskan tren pertumbuhan ekonomi NTB yang selalu positif, bahkan di atas rata-rata nasional menjadi tantangan besar bagi semua stakeholders terkait untuk terus bekerja keras mempertahan pertumbuhan tersebut. Ia berharap semua elemen mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk memajukan ekonomi NTB.

Lebih jauh TGB memaparkan ekonomi NTB tanpa tambang masih tetap tumbuh di atas rata-rata nasional. “Tambang memang tidak terlalu kita perhitungkan, karena kauangannya sebagian besar di pemerintah pusat. Dan hanya sebagian kecil saja mengucur ke daerah dalam bentuk royalty dengan penyerapan tenaga kerja yang juga masih relatif kecil,” tuturnya.

Terlebih saat ini, kata TGB, sektor tambang hanya mengandalkan pada penjualan konsentrat saja. Beda halnya kalau sudah berskala industri dengan pembangunan smelter di NTB, menurut TGB maka akan berpengaruh besar pada angka pertumbuhan ekonomi daerah karena segala prosesnya ada di daerah kita.

Untuk itu, ditegaskannya ke depan NTB akan lebih fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan, yakni sektor pertanian yang telah menjadi andalan utama NTB selama ini. Selain sektor pertanian juga sektor kepariwisataan yang menjadi salah satu sektor andalan yang terus dikembangkan saat ini, terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia.

Gubernur TGB berharap kepada para pelaku-pelaku industri keuangan untuk terus meningkatkan sinergi dan peranannya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di NTB. Ia berjanji pihaknya sebagai fasilitator dan koordinator penyelenggaraan pembangunan daerah , yang berperan dalam penyediaan infrastruktur dasar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun konektivitas tempat-tempat strategis yang menjadi basis pertumbuhan perekonomi di NTB.

“Alhamdulillah saat ini seluruh daerah yang memiliki potensi ekonomi cukup besar telah memiliki akses sangat baik”, paparnya.

TGB juga mengingatkan pentingnya konsep pembangunan ekonomi berkeadilan sebagai pilar kebijakan yang utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di NTB. Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang tidak berkeadilan akan menjadi bom waktu yang suatu saat nanti akan menjadi sumber kehancuran suatu negara atau daerah. “Saya berharap pertumbuhan ekonomi ke depan harus berkeadilan, jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang tinggi justru akan memperlebar ketimpangan di tengah-tengah masyarakat kita”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Bapak Priyono menegaskan pertemuan tahunan itu mengangkat tema “Memperkuat Momentum”. Tujuannya untuk menyatukan langkah dan membangun sinergi antar lembaga untuk akselerasi, sekaligus ajang sharing mengenai perkembangan, pandangan, kebijakan BI dikaitkan tantangan ekonomi Indonesia ke depan, khususnya di NTB.

Pertemuan tahunan Bank Indonesia, kata Priyono juga untuk menyambut kegiatan Annual Meeting yang akan diikuti oleh 189 negara dan COE perusahaan-perusahaan besar dunia dengan total peserta 15.000 orang yang akan diselenggarakan di Sanur Nusa Dua Bali pada tahun 2018 mendatang.

Diungkapkan oleh Priyono, bahwa Bank Indonesia memprediksikan perekonomian NTB akan terus tumbuh dengan baik. Tentunya dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi global, terutama ekonomi berbasis digital. Menurutnya, ke depan ekonomi di NTB harus berbasis digital, karena sistem ekonomi digital saat ini memiliki tren pertumbuhan sangat besar di dunia, sarannya. “Sistem digitalisasi harus diterapkan, baik dalam proses transaksi maupun proses pembayarannya”, harap Triyono.

Bank Indonesia menargetkan kredit UMKM tumbuh lebih tinggi ditahun 2018 menjadi 20 % dibanding tahun 2017 yang hanya 15 %. Dengan demikian BI meyakini pertumbuhan ekonomi tahun 2018 akan terus berlanjut dengan kisaran pertumbuhan 5,1 % - 6,2 % pada tahun 2018. “Mari kita terus bersinergi, satukan gerak langkah kedepan untuk peningkatan ekonomi NTB, ”ajaknya.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS