Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:16:08 am

Nur Azmi : Pungutan Asuransi Pertanian Sebesar Rp10 ribu itu Benar, Sesuai Ketentuan

Nur Azmi : Pungutan Asuransi Pertanian Sebesar Rp10 ribu itu Benar, Sesuai Ketentuan

LOTIM - Kepala Unit Pertanian (UPT) Labuan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nur Azmi SP tegaskan kaitan dengan dugaan pungutan asuranai fiktif sebesar Rp 10 ribu kepada setiap kelompok tani (poktan) yang ada di Kecamatan Labuan Haji sebagaimana yang berkembang belakangan ini di masyarakat, tidak benar.

"Pembayaran asuransi yang sebesar Rp 10 ribu oleh anggota kelompok tani tersebut sudah sesuai dengan ketentuan, begitu juga bila dipadukan dengan luas lahan yang dijaminkan oleh petani itu sendiri ke perusahaan asuransi pertanian," terang Nur Azmi SP, Kamis kemarin.

Dijelaskan Nur Azmi, bahwa bila luas lahan petani itu satu haktare, maka besaran premi yang dibayarkan ke asuranai oleh petani itu sebesar Rp 36 ribu, akan tetapi apabila Rp10 ribu jumlah premi yang dibayarkan, maka luas lahan yang dijaminka kurang dari satu hektare.

Menurutnya mengingat program jaminan pertanian ini merupakan program baru, jadi pada setiap kelompok, pihak Dinas Pertanian melalui UPT, mengambil 10 hektare kepada setiap kelompok untuk dapat masuk kedalam jaminan asuransi pertanian, dan juga perlu diketahui, dalam program ini tidak ada paksaan dari pihak dinas pertanian untuk mengharuskan kelompok tani itu masuk kedalam progran jaminan tersebut.

Diketahui, berdasarkan data kantor UPT Pertanian Labuan Haji, sebagaimana yang disampaikan Kepala UPT, pada Tahun 2017 itu ada sekitar 35 kelompok tani yang sudah membayar asuransi pertanian. Hanya saja menurut dia, pembayaran asurasinya kemarin terkendala akibat kelompok tani terlambat mengajukan jumlah anggotanya, meski demikian, UPT Labuhan Haji sudah berupaya menyelesaikan penyetorannya ke perusahaan asuranai pertanian.

"Dari 35 jumlah kelompok tani yang sudah membayar premi asuransi, sebanyak Rp 14.535.000 sudah disetorkan ke perusahaan asuransi, dan dipastikan dalam waktu dekat para kelompok tani akan mendapatkan kartu polis asuransinya," katanya.

(mn-13/r3)

^ KEMBALI KE ATAS