Menu
Selasa, 20 November 2018 | 2:20:35 pm

TGB : Zakat Perlu Dikelola Secara Profesional untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

Gubrnur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi (kanan) dan Menag RI H Lukman Hakim Syaifuddin (kiri) saat mendampingi Ketua MUI KH Ma’ruf Amin (tengah), membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Forum Zakat ke-8, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (1/2/2018). Gubrnur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi (kanan) dan Menag RI H Lukman Hakim Syaifuddin (kiri) saat mendampingi Ketua MUI KH Ma’ruf Amin (tengah), membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Forum Zakat ke-8, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (1/2/2018).

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Muhammad Zainul Majdi menegaskan peran para pegiat zakat untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang esensi zakat sangat dibutuhkan. Termasuk bagaimana sebuah lembaga zakat mengelola zakat secara profesional untuk pemberdayaan ekonomi umat.

"Apalagi zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang sudah menjadi bagian dari keyakinan umat muslim," tegas Gubernur NTB, saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Forum Zakat ke-8, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (1/2/2018).

Gubernur yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) ini menjelaskan bahwa zakat tidak semata-mata menyangkut orang miskin. Namun, zakat merupakan pembersih diri serta harta bagi yang mengeluarkannya.

"Saya mengajak saudara-saudara para amil zakat untuk mengapresiasi diri, karena pilihan menjadi amil zakat, insya Allah adalah tugas yang mulia," imbuh Gubernur NTB.

Di tempat yang sama Menteri Agama (Menag) RI, H Lukman Hakim Syaifuddin menekankan kepada seluruh aktifis lembaga amil zakat agar mengedepankan transparansi dalam mengelola zakat. Publik harus diyakinkan bahwa zakat yang dikeluarkan benar-benar tersalur secara tepat guna dan tepat sasaran, demi kemaslahatan umat.

Menag RI Lukam Hakim Syaifuddin mengaku sangat menyambut baik kiprah Forum Zakat Nasional yang telah menggagas program sertifikasi bagi amil atau orang yang mengelola zakat.

Ia berharap, para amil dan aktifis zakat akan semakin profesional dalam tugasnya, sehingga zakat dapat diterima oleh yang berhak.

"Masalah "trust" atau kepercayaan itu sangat penting. Jika umat sudah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui lembaga, maka insya Allah zakat dapat diterima oleh yang berhak, dan dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara nasional," tegas Menag RI.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin memaparkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan zakat. Yakni strategi dan regulasi yang digunakan untuk mendukung peningkatan zakat. Termasuk peta dan potensi zakat.

"Mungkin banyak yang belum berzakat atau banyak yang sudah, tetapi belum disalurkan. Di sinilah perlunya strategi. Kalau ingin masyarakat kuat, Pemberdayaan ekonomi umat juga harus maksimal," jelasnya

Terkait Munas, Ketua Forum Zakat Nasional Nur Effendy mengungkapkan tiga isu penting yang akan dibahas, yakni kolaborasi dalam menjalankan program kerja, upaya peningkatan kapasitas melalui sertifikasi amil dan yang ketiga berkaitan dengan regulasi.

Pembukaan Munas ke-8 itu juga dirangkaikan dengan peluncuran secara resmi kampung zakat oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Kampung zakat di Dusun Longserang Timur, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB merupakan pilot project kampung zakat .

"Semoga bisa segera diikuti oleh daerah lain karena kampung merupakan bentuk nyata sumbangsih forum zakat yang ingin memberikan amal nyata dan produktif,yang langsung bisa dirasakan warga masyarakat," kata Nur Effendi.

(hms-ntb/mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :