Menu
Selasa, 20 November 2018 | 2:25:02 pm

Jokowi Tegaskan Dana Rekonstruksi untuk Korban Gempa Tidak Boleh Dipotong

Jokowi Tegaskan Dana Rekonstruksi untuk Korban Gempa Tidak Boleh Dipotong

KLU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Kepala BNPB dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, menyerahkan secara simbolis buku tabungan dana stimulan rekonstruksi rumah kepada 5.293 korban terdampak gempa yang telah diverifikasi di Lapangan Masjid sementara Pamenang, Kabupaten Lombok Utara.

"Dana stimulan rokonstruksi rumah yang ditransfer ke rekeking masing-masing korban terdampak gempa, tidak boleh dipotong sepeserpun," tegas Jokowi, saat menyerahkan buku tabungan tersebut di Lapangan Masjid sementara Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (2/9/2018).

Selain itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengingatkan semua pihak agar tidak main-main dalam proses pemulihan ini. Ia berharap proses pembangunan benar-benar mengikuti aturan yang telah ditentukan. "Nanti akan saya cek lagi hasil pembangunanya, jadi jangan main-main kalau kerja sama saya", ujarnya.

Presiden Jokowi juga memberikan arahan masyarakat terdampak, agar uang yang telah diberikan betul-betul dipergunakan untuk membangun kembali rumah. Yaitu rumah yang benar-benar tahan gempa, sehingga kalau ada gempa lagi, rumah tidak ada masalah.

Untuk itu dalam proses pembangunan nanti akan didampingi pihak Kementerian PU, para Insinyur dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang telah diberikan pelatihan. Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, presiden menyarankan untuk bisa digunakan. Sehingga dana yang diberikan oleh pemerintah betul-betul cukup untuk membangun rumah kembalai.

Presiden berharap agar proses pembangunan harus cepat, karena akan segera memasuki musim penghujan, sehingga rumah bisa dipakai sebelum musim hujan datang.

Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya presiden mempersilahkan dipakai untuk kebutuhan yang lain. "Tapi prioritas utama untuk bangun rumah," jelasnya seraya mengingatkan bahwa uang yang digunakan adalah uang negara yang tetap ada pertanggungjawabannya.

Presiden menyampaikan kehadirannya tiga kali ke NTB sejak terjadinya gempa, untuk memastikan bahwa bantuan-bantuan itu betul-betul sampai kepada kepada masyarakat. Jika ada yang belum maksimal agar dimaklumi karena semua dalam kondisi darurat.

Presiden meminta agar fasili-fasilitas seperti sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan pasar segera dipulihkan. Dengan demikian anak-anak bisa sekolah lagi dan belajar dengan baik, pelayanan kesehatan berjalan baik, pasar-pasar mulai ramai sehingga roda perekonomia masyarakat akan bangkit dan berada pada posisi normal kembali.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas kedatangannya yang ketiga kali di NTB pascagempa melanda NTB.

Gubernur berharap kedatangan Presiden di NTB akan menjadi semangat dan dorongan serta motivasi bagi masyarakat NTB dalam mendorong proses rekonstruksi menjadi lebih baik.

"Setiap kedatangan bapak presiden adalah dorongan dan motivasi dalam mendorong proses rekonstruksi menjadi lebih baik," tegas Gubernur.

Usai melakukan penyerahan buku tabungan dana stimulan rekonstruksi rumah kepada 5.293 korban terdampak gempa, Presiden didampingi Gubernur NTB meninjau langsung contoh Rumah tahan gempa RISHA Sistem (Instan Sederhana Sehat) yang telah selesai dibangun dan telah teruji tahan gempa dengan kekuatan hingga 9 SR.

(hms-ntb/mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :