Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:23:29 am

Pendidikan Moral Diusulkan NU, Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Pendidikan Moral Diusulkan NU, Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

LOBAR - Sidang Komisi Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2017, dihadiri Hj Yenny Wahid. Dua pokok pikiran sebagai masukan diberikan untuk menjadi rekomendasi, yaitu soal Penguatan Pendidikan Karakter Nasional dan Pancasila.

"Kami memberikan masukan dalam pokok-pokok pikiran yang akan menjadi rekomendasi diantaranya mengenai pendidikan moral dalam kurikulum pendidikan nasional," kata Yeni Wahid kepada media ini, disela menghadiri Sidang Komisi Rekomendasi yang dilaksanakan di Ponpes Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/11/2017) malam.

Nahdlatul Ulama (NU) kata Yeni Wahid, memiliki pandangan terkait penguatan pendidikan karakter nasional dan Pancasila, untuk didukung menjadi rekomendasi yang akan diberikan kepada pemerintah.


Menurut putri tokoh NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, yang lebih utama adalah anak didik, karena moral dan karakter yang ditanamkan harus sesuai dengan perspektif dan cara pandang mereka. "Artinya ada input yang kita berikan," ucapnya.

Ia mencontohkan seperti di Amerika. Kenapa warga negara paman sam itu pintar-pintar dalam memilih. Kenapa juga mereka memilih Donal Trump. Menurut Yeni Wahid, karena mereka dalam memilih sudah memiliki perspektif memilih sejak usia anak-anak.

"Kalau memang sudah diyakini bisa mewakili dan sesuai dengan pemikirannya, maka akan dipilih. Walaupun dalam hal ini betul atau salah. Mereka akan memilih pilihannya karena bagi mereka tidak ada beban. Artinya perspektif itu penting sekali mengenai persoalan filter yang kita tanamkan," tegas Yeni Wahid.

Selin itu, Yeni juga tegaskan bahwa pola pengelolaan institusi sosial bangsa ini sudah dianggap sangat berhasil. Banyak dijadikan contoh oleh negara lain. Hal ini akan menajdi peluang besar untuk mengangkat nama baik bangsa. Namun ditegaskan Yeni, pola yang digunakan harus lebih tajam lagi, sehingga betul-betul menjadi model di dunia.

"Pola penanganan kita sepertia apa. Intraksi antar muslim dan non muslim sperti apa. Bagaimana perlindungan hak-hak minoritas dan lainnya seperti apa. Seperti ukhuwah basariah kita, ukhuwah wathoniyah kita itu sudah ada, bagaimana kita memberikan kesadaran dan bisa manjadi baku. Karena dunia memandang Indonesia berhasil dalam penanganan masalah sosial kegamaan," ujar Yeni, seraya menegaskan bahwa NU harus bisa berkontribusi bagi bangsa, agar bisa menjadi mercusuar bagi dunia.

Terkait konsep Pancasila yang dimiliki bangsa ini, disebutkan Yeni Wahid, telah banyak negara menillai konsep Pancasila sangat luar biasa, karena dianggap mampu memberikan titik temu berbagai perbedaan di dalam masyarakat.

"Banyak negara yang saya kunjungi menilai Pancasila kita sangat luar biasa. Karena menganggap mampu memberikan titik temu dalam berbagai perbedaan didalam masyarakat, titik temu dalam berbagai prinsip dan menyatukan kita bangsa Indonesia," pungkasnya.

(mn-05/r3)

^ KEMBALI KE ATAS