Menu
Minggu, 21 Oktober 2018 | 7:51:05 pm

Di Ponpes Kempek Cirebon, TGB Berbagi Ilmu dan Pengalaman kepada Ribuan Santri

Gubernur TGB saat berbagi cerita dan pengalaman di hadapan ribuan santri Ponpes Kempek Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (2/2/2018). Gubernur TGB saat berbagi cerita dan pengalaman di hadapan ribuan santri Ponpes Kempek Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (2/2/2018).

JABAR - Kedatangan Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi di Ponpes Kempek Cirebon, Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (2/2/2018), membuat heboh para santri.

Tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Kempek, Gubernur NTB yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) itu, disambut heboh ribuan santri yang saling berdesak-desakan. Dengan penuh senyum dan kesabaran, TGB melayani permintaan para santri untuk bersalaman langsung.

Pengasuh Ponpes Khas Kempek, Muhammad Musthofa Aqiel mengatakan kekagumannya atas sosok TGB. Di matanya, TGB merupakan salah satu santri dan jebolan pesantren yang berhasil dan patut dicontoh.

"Tidak hanya ilmunya, namun juga kesuksesan TGB menjadi seorang pemimpin daerah yang berhasil membangun daerah dua periode," ucap Muhammad Musthofa Aqiel seraya mengajak santrinya untuk belajar dan menyerap ilmu dan pengalaman kepada Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Saat itu, Gubernur TGB berbagi dan menceritakan pengalamannya selama menuntut ilmu di Ponpes kepada ribuan santri yang hadir. TGB mengajak para santri belajar dengan sungguh-sungguh selama di ponpes. Menurut TGB, bekal yang ada di dalam ponpes sangat bermanfaat untuk di masa mendatang.

"Di Lombok, semua sekolah (pendidikan) saya ya pesantren. Jadi saya ini anak pondok, santri. Selama saya santri di Pancor, sistemnya sama dengan Kempek, membaca kitab, alhamdulillah bekal dari pesantren sangat cukup buat saya dan juga buat kalian," cerita TGB.

Di ponpes, lanjutnya, para santri akan mendapatkan bekal yang sangat baik untuk masa depan, yakni belajar ilmu dan belajar akhlak. Semasa 'mondok', TGB mengaku hanya belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa tahu akan seperti apa ke depannya.

"Belajar ilmu dan belajar akhlak. Hanya itu saja, tidak usah pusing. Allah akan mengarahkan kalian. Kalau melihat wajahnya (santri) yang cerah-cerah, kalian akan berada jauh lebih baik dari saya," ungkap Ketua Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu.

Karena itu, Gubernur TGB berpesan kepada ribuan santri tersebut untuk menempa diri dengan terus belajar. Menurutnya, jika pada saat muda berlelah-lelah maka dunia akan lunak pada saat kita tua. Bila kita berlelah-lelah di masa muda, baca Kitab, sholat malam, kata TGB maka apa yang ditanam di masa sekarang akan kita akan nikmati di masa depan.

"Insya Allah adik-adik akan dapat mengisi Indoneia lebih baik. Saya tujuh tahun di Mesir, tidak tahu apa Piramid. Entah kenapa, mungkin karena disuruh oleh orang tua untuk belajar sampai selesai. Mungkin itu salah satu sebabnya saya termotivasi untuk tidak menyianyiakan seuatu yang ahsan," pesan TGB kepada para santri.

(hms-ntb/mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Kolom


www.MATARAMNEWS.co.id adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari
 Salam Redaksi

Selalu Terhubung :