Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:08:32 am

Dalam Situasi Darurat, Ini Prosedur Pengamanan VVIP Dilakukan Koopsau

Latihan Pengamanan VVIP Koopsau II TA. 2017 yang dilaksanakan prajurit-prajurit Lanud Rembiga dan prajurit Korpaskhasau, Kamis (9/11/2017). Latihan Pengamanan VVIP Koopsau II TA. 2017 yang dilaksanakan prajurit-prajurit Lanud Rembiga dan prajurit Korpaskhasau, Kamis (9/11/2017).

MATARAM - Presiden beserta Ibu Negara akan menghadiri dan membuka KTT Asean di Lombok. Namun kehadiran Presiden beserta para peserta KTT mendapat penolakan dari ratusan massa dan mengarah kepada anarkis. Bahkan kelompok massa tersebut mengancam akan meledakkan bom di kawasan bandara.

Melihat situasi yang semakin krisis dan mulai mengacam keselamatan Presiden, akhirnya dengan sigap Tim Matan dari Batalyon Komando 466 Paskhas TNI AU melaksanakan infiltrasi udara di Bandara Lombok dengan melaksanakan raffeling dan melakukan upaya pengamanan dan penyelematan Presiden beserta Ibu Negara, namun didepan VVIP Room Tim Matan dihadang dan ditembaki oleh kelompok orang tak dikenal.

Baku tembak pun pecah, dengan sigap Tim Sniper dan Tim Matan berusaha mengatasi gangguan tersebut dan segera melarikan Presiden beserta Ibu Negara ke Helicopter Eurocopter EC-725 untuk dievakuasi melalui jalan udara ke daerah aman.


Untung saja kejadian ini hanyalah sekelumit skenario kegiatan dalam Latihan Pengamanan VVIP Koopsau II TA. 2017 yang dilaksanakan prajurit-prajurit Lanud Rembiga dan prajurit Korpaskhasau, Kamis (9/11/2017).

Latihan ini digelar selama lima hari mulai 6-10 November 2017 dan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang prosedur, tindakan serta mekanisme pengamanan VVIP/VIP apabila dihadapkan dengan situasi kontijensi atau darurat.

Selain itu latihan yang melibatkan 3 pesawat TNI AU, diantaranya Helikopter Eurocopter EC 725 Cougar dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sanjaya Bogor, Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan Hercules C-130 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh ini, bertujuan untuk melihat dan melatih kemampuan dan kesiapsiagaan yang dimiliki pasukan pengamanan beserta unsur-unsur terkait lainnya dalam mengamankan pejabat negara seperti tamu atau pejabat VVIP maupun VIP serta penanganannya apabila terjadi kontijensi.

Komandan Pangkalan TNI AU Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando, sebagai tuan rumah pelaksanaan latihan menyampaikan kebanggaan dan merupakan suatu kehormatan latihan ini bisa terlaksana di Lombok mengingat Lombok saat ini sudah menjadi salah satu destinasi utama bagi tamu-tamu VVIP baik itu Presiden maupun para utusan Negara tetangga, dan melalui latihan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kesiapsiagaan personel Lanud Rembiga dan satuan samping lainnya dalam menghadapi kontijensi darurat.

Pelaksanaan Latihan Pengamanan VVIP Koopsau II ini ditinjau langsung oleh Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama TNI M Khairil Lubis mewakili Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi S, MSS untuk melihat kesiapsiagaan personel TNI AU dan Unsur terkait lainnya dalam menangani kontijensi darurat.

Dalam latihan ini juga didemokan bagaimana prajurit Lanud Rembiga mengatasi dan menghalau massa pendemo yang anarkis. Selain itu latihan ini juga memperlihatkan kesigapan tim medis dari Sikes Lanud Rembiga dalam penanganan juga evakuasi medis udara terhadap korban dari pasukan kawan yang terluka akibat baku tembak dengan kelompok orang tidak dikenal.

Yang tak kalah menariknya adalah demo Matan darat dalam mengahalau massa yang menghadang rombongan Presiden di jalan dan latihan pun ditutup oleh peledakan bom hasi sterilisasi tim jihandak Satbrimobda NTB oleh tim demolisi dari Yonko 466 Paskhas.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik