Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:13:27 am

Cuaca Buruk Diperkirakan Terjadi Hingga April 2018, Ini Himbauan BPBD NTB

Cuaca Buruk Diperkirakan Terjadi Hingga April 2018, Ini Himbauan BPBD NTB

MATARAM - Siklus tahunan, musim hujan yang terjadi pada tahun ini berdampak cuaca buruk yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan April 2018 mendatang. Cuaca buruk akan berpotensi terjadinya hujan lebat disertai petir, angin kencang dan gelombang pasang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menghimbau masyarakat saat beraktifitas di luar rumah, untuk tetap waspada dari cuaca buruk seperti pohon tumbang, banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, serta gelombang tinggi di lautan.

"Himbauan ini dikeluarkan untuk memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat, memperkecil korban jiwa dan harta benda," kata Kepala BPBD NTB, H Mohammad Rum, dalam surat edaran yang dikeluarkan sejak Kamis (21/12/2017).


Berikut himbuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk seluruh masyarakat NTB.

1. Kepada seluruh lapisan masyarakat diminta untuk turut bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong membersihkan sungai, drainase, parit, dan tidak membuang sampah sembarangan.

2. Mewaspadai kemungkinan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang di lokasi-lokasi yang dianggap potensial terjadi banjir dan tanah longsor, terutama masyarakat yang ada di pinggir sungai dan daerah perbukitan.

3. Berhati-hati dalam berkendara karena curah hujan tinggi, jalan licin dan mengaburkan pandangan.

4. Kalau memang terjadi banjir atau longsor, mari kita saling bahu membahu, saling bantu dan segera melaporkan kepada pihak terkait sesegera mungkin (nomor telepon yang bisa dihubungi BPBD 0370-646972).

5. Kepada penanggungjawab di lingkungan masyarakat, baik Kepala Lingkungan, Ketua RT/RW, Kelurahan, Kecamatan serta Pemerintah Kota dan Kabupaten diminta untuk pro aktif melakukan pendataan titik rawan/kritis banjir, longsor, pohon tumbang dan kebakaran di lingkungan masing-masing.

6. Memperhatikan kebersihan di lingkungan/halaman rumah masing-masing, membuang kaleng-kaleng plastik yang tidak berguna untuk mencegah berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah.

7. Kepada seluruh lapisan masyarakat diminta untuk melakukan gerakan penghijauan yaitu dengan menanam pohon tanaman keras, baik yang bermukim di areal perbukitan dan halaman masing-masing dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi lahan demi memelihara kelestarian lingkungan.

8. Kepada para petani diminta untuk memperhatikan areal tanam jagung agar tidak merambah areal perbukitan.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS