Menu
Kamis, 16 Agustus 2018 | 5:48:34 pm

Tokoh dan Ulama NTB Dukung Keputusan TGB Dukung Jokowi Dua Periode

Pertemuan dan Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Tokoh dan Ulama di Mataram pada Senin (16/7/2018) siang. Pertemuan dan Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Tokoh dan Ulama di Mataram pada Senin (16/7/2018) siang.

MATARAM - Tokoh dan ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan sikap dan pandangan atas keputusan TGH Muhammad Zainul Majdi mendukung Jokowi dua periode yang sebelumnya sempat menuai kontroversi.

Para tokoh dan ulama menilai, keputusan Gubernur NTB dua periode yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu, merupakan sebuah keputusan yang bijak atas dasar prestasi dari era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

“Mendukung Jokowi sebagai Presiden adalah keputusan yang sangat realistis mengingat pembangunan NTB atas peran pemerintah pusat terus masiv dilakukan. Ini menjadi inti dari gerakan kami pada hari ini,” ujar Muhammad Sukro, Ketua Gerakan Muda NTB saat membuka Pertemuan dan Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Tokoh dan Ulama di Mataram pada Senin (16/7/2018) siang.

Pada acara yang dihadiri oleh ratusan orang, dimana para tokoh yang hadir dalam acara yang digagas oleh Gerakan Muda NTB tersebut sempat menyampaikan orasi politiknya.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris PW Nahdlatul Ulama NTB, Lalu Winengan yang dengan tegas menyatakan keberpihakannya terhadap TGB atas bentuk kejujurannya mengungkapkan fakta.

Bersama dengan ungkapannya tersebut, ia mengecam pihak-pihak yang melakukan hujatan atau melontarkan ujaran kebencian kepada TGB, lantaran pilihan politik yang berbeda.

Ia meyakini, keputusan TGB mendukung Jokowi telah dipikirkan secara matang guna kemaslahatan pembangunan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat NTB.

"Kami selaku komponen NTB mendukung sepenuhnya terhadap keputusan TGB yang mendukung Jokowi. Kontroversi atas dukungan yang terjadi saat ini, hanya dari sekumpulan oknum yang mengaku Kyai dan menyatakan ayat-ayat perang yang menganggap dirinya selalu benar,” ungkapnya.

Winengan juga mengungkapkan jika kelompok-kelompok oknum penghujat tersebut, memiliki kepentingan dibalik ucapan buruknya tentang TGB.

Dimana bahasa-bahasa yang menciderai kebebasan dan hak politik rakyat, merupakan ayat-ayat perang yang sengaja dikumandangkan untuk memecah belah persatuan umat. Hal ini dicontohkannya seperti hujatan terhadap Jokowi yang dikatakan kurang bersahabat dengan para ulama.

“Kelompok ini menyatakan Jokowi islamnya tidak bagus tetapi faktanya mereka sendiri mencalonkan Presiden yang belum tentu islamnya lebih bagus dari Jokowi. Jadi mari kita satukan tekad, bersatu, bahwa apa yang menjadi sikap TGB mendukung Jokowi adalah harga mati,” tegasnya.

Senada dengan Winengan, Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri NTB, Prof Masnun Tohir juga melontarkan tausyah atas amanah TGB sebagai Tokoh Ulama yang dimuliakan di Bumi Gora.

Ia mengharapkan agar seluruh warga masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan antar sesama Islam di NTB. Ia berharap agar perbedaan pandangan saat Pilgub lalu, tak menjadi alasan untuk saling menghujat antara satu sama lain.

“Mari kita berhenti untuk saling menghujat. Kalau kita menghujat maka kita tidak bersatu, maka kita akan mudah untuk berperang. Kemarin memang mashab kita berbeda saat Pilgub, setelah ini harus satu tekad kita untuk Nusa Tenggara Barat. Mari kita kawal kita dukung Gubernur kita pada Pilpres,” katanya.

Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Para Tokoh dan Ulama ini dibarengi dengan deklarasi mendukung keputusan politik TGB demi kemajuan NTB. Melalui deklarasi ini, Tokoh dan Ulama meminta kepada seluruh pihak agar saling menghormati pilihan politik warga masyarakat, terlebih kalangan ulama seperti TGB.

Dalam konsolidasi tersebut juga dihadiri oleh tokoh tokoh yang berasal dari akademisi diantaranya guru besar di Fakultas Hukum Unram, Prof DR Idrus dan Prof DR Zainal Asikin.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS