Menu
Selasa, 11 Desember 2018 | 4:30:10 pm

KPU NTB : Jumlah DPT Pemilu 2019 Sebanyak 3.573.096 Pemilih

Rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 yang digelar KPU NTB di Mataram, Kamis (30/8/2018). Rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 yang digelar KPU NTB di Mataram, Kamis (30/8/2018).

MATARAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sebanyak 3.573.096 pemilih.

Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori, mengatakan berdasarkan hasil rapat pleno telah menetapkan DPT pemilu 2019 sebanyak 3.573.096 pemilih, dengan pemilih laki-laki sebanyak 1.758.039 dan pemilih perempuan sebanyak 1.815.057

"DPT tersebut tersebar di 10 Kabupaten Kota dan 116 Kecamatan, serta 1.137 Desa atau Kelurahan," kata Ketua KPU NTB, Aksar Ansori, dalam rapat pleno terbuka yang digelar KPU NTB di Mataram, Kamis (30/8/2018).

Dalam pemilu 2019 ini, menurut Aksar, juga terjadi kenaikan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), dimana pada saat pilkada sebanyak 8.336 menjadi 15.977.

"Jumlah TPS 8.336 menjadi 15.977 TPS ini mengalami kenaikan. Itu terkait dengan tingkat kerumitan dalam menggunakan hak pilih, karena ada lima jenis lembaga yang dipilih pada pemilu 2019 ini," terang Aksar.

Pasca penetapan DPT ini, pihak KPU sendiri membuka diri jika ada masukan dan saran dari masyarakat, baik itu dari penyelenggara pemilu maupun dari peserta pemilu.

Bahkan dari dalam rapat pleno yang dihadiri oleh Bawaslu dan KPUD se NTB tersebut, terungkap juga adanya upaya dari warga yang tidak ingin menyalurkan hak konstitusionalnya, hingga ada yang tidak ingin didata atau dicoklit.

Seperti yang terjadi di wilayah kerja KPUD Sumbawa, ada tempat pendidikan yang hanya mau didata, namun dengan jelas tidak mau menyalurkan hak pilihnya nanti, demiikian pula yang terjadi di wilayah Kota Bima.

"Ada masyarakat di Pana Toi di Kota Bima dan ponpes di Sumbawa, kami pastikan mereka terdaftar, namun soal mereka mau melakukan hak pilih itu diserehkan kembali kepada pribadi masing-masing," pungkasnya.

Terkait hal tersebut pihak KPU sendiri akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mulai dari pihak tokoh agama dan pihak keamanan serta pihak pihak lainnya.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :