Menu
Jumat, 24 November 2017 | 8:54:55 am

Pemuda NW NTB Ancam Pidanakan Ketua Fraksi Gerindra NTB

M. Zaenul Fahmi, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda NW NTB M. Zaenul Fahmi, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda NW NTB

MATARAM - Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) angkat bicara terkait statement Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB yang dianggap bernada sentimen dan penghinaan terhadap Almarhum TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid atau yang dikenal sebagai Malauna Syaikh.

Ketua Pengurus Wilayah Pemuda NW NTB, M Zaenul Fahmi, mengatakan statement yang disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB, H Hamja, di pemberitaan sebuah media online lokal, yang menuding gelar pahlawan nasional yang dianugerahkan kepada pendiri NW, Maulana Syaikh sarat kepentingan politik itu, tidak berdasar mengait-ngaitkan gelar pahlawan dengan politik.


"Perjuangan, pengabdian dan perjuangan Almagfurullah (TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid) tidak bisa di ukur dan dihitung hanya dengan politik seperti tuduhannya. Ini merupakan wujud sikap penghinaan yang nyata bagi Maulana Syeikh dan warga Nahdliyyin secara khusus masyrakat NTB dan Indonesia secara umum," ucapnya dalam rilis yang diterimah media ini, Kamis (9/11/2017) petang.

Karena itu lanjut Fahmi, Malauna Syaikh sudah menjadi aset bangsa ini, maka teman-teman dari Pemuda NW NTB tidak akan tinggal diam dengan ungkapan salah satu anggota DPRD NTB dari partai Gerindra tersebut yang sudah menghina guru bangsa kita semua.

"Tentu kami akan juga menempuh jalur hukum, karena jelas dan nyata statement itu mengandung unsur hinaan terhadap ulama dan pahlawan nasional. Ini tidak bisa kami biarkan begitu saja," ujarnya.

Selain itu, pemuda NW NTB juga akan meninta anggota dewan tersebut untuk meminta maaf ke publik dalam waktu 1x24 jam.

"Apa yang menjadi dasar materil ungkapannya bahwa penganugrahan Pahlawan Nasional kepada Malauna Syaikh bernuansa kepentingan Pilpres 2019, Pileg dan Pilkada Serentak 2018. Hamja harus membuktikan perkataannya. Jika tidak bisa dibuktikan maka harus berhadapan dengan hukum," tegasnya.

Fahmi sangat menyayangkan sikap anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra tersebut karena dianggap terlihat bernada iri, dengki melihat putra terbaik masyarakat NTB bisa menjadi Pahlawan Nasional.

"Perkataanya harus dipertanggungjawabkan, bayangkan di saat masyarakat NTB secara khusus dan rakyat Indonesia antusias dan bangga adanya muncul pahlawan dari daerah kita, justru Hamja berfikir sempit dan cendrung provokatif dan menghina," pungkasnya.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik